|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Minahasa Minut |
10 April 2008
|
|
Sus: Tuntaskan Masalah Tapal Batas!
|
Buntut munculnya berbagai persoalan di titik tapal batas Minut-Manado dan Minut-Bitung, Ketua DPRD Minut, Sus Pangemanan SPd men-desak Pemkab Minut untuk segera menuntaskan masa-lah tapal batas. Sebab jika dibiarkan berlarut-larut hal itu akan menimbulkan bias tidak baik bagi masyarakat.
“Kami harapkan Pemkab Mi-nut segera menuntaskan ma-salah tapal batas tersebut. Ka-mi dari DPRD Minut setidaknya sudah berkali-kali mengingat-kan Pemkab Minut agar segera berkoordinasi dengan sejumlah wilayah seperti Pemkot Bitung, Pemkot Manado dan Pemkab Minahasa. Titik-titik tapal ba-tas lintas wilayah ini harus se-gera tuntas, agar tidak memun-culkan bias-bias tidak baik di masyarakat,” tegas Ibu Sus kepada wartawan, Rabu (09/04).
Dalam sepekan ini lanjutnya telah terjadi dua peristiwa yang terkait masalah tapal batas. “Seperti penertiban di sebagian Ring Road dan demo warga Tendeki-Bitung. Ini semua muncul karena tapal batas yang tidak jelas. Jadi pendapat kami jangan biarkan hal ini berlarut-larut, nanti muncul kalimat sesal kemudian tak ada gunanya,” ungkap Ibu Sus.
Terkait penertiban di Ring Road, Ibu Sus melanjutkan, dipicu ketidaktahuan tapal batas. “Saya yakin Satpol PP Manado tidak dengan sengaja melakukan penertiban. Di sisi lain ada faktor ketidaktahuan soal tapal batas. Jika jelas tapal batasnya pasti terkoordinasi,” jelasnya.
MINUT-MANADO
Sementara Kepala Satpol PP Pemkot Manado Jemmy Kowaas saat dikonfirmasi kemarin menjelaskan, sebelum melaku-kan penertiban, pihaknya su-dah koordinasi dengan Pemkab Minut, bahkan dengan peme-rintah Desa Maumbi dan kepa-la lingkungan. “Tidak serta merta kami melakukan pener-tiban. Kebetulan kami dari arah Winangun turun dan me-lihat ada tempat usaha yang sudah tak sesuai dan bisa mengganggu lalu lintas. Kami hubungi Pemkab Minut dalam hal ini asisten I dan Kumtua Maumbi serta pala sebab yang memiliki usaha itu adalah war-ga Maumbi dan melakukan pendekatan persuasif. Hanya saja ketidakpahaman warga saja yang akhirnya seperti terjadi hal yang besar di lokasi tersebut. Pada prinsipnya ber-kali-kali kami lakukan pener-tiban selalu berkoordinasi de-ngan Pemkab Minut,” ungkap-nya. Tapi lanjutnya, kedepan saat melakukan patroli seka-ligus penertiban di ruas Ring Road, pihaknya akan berkoor-dinasi dengan Satpol PP Minut, sebab Ring Road setidaknya di-miliki dua wilayah yakni Manado dan Minut.
MINUT-BITUNG
Sedangkan untuk masalah demo warga Tendeki Bitung yang menolak bergabung dengan Minut ditanggapi arif Kabag Hukum Pemkab Minut, AT Sangian. “Tidak ada pejabat Minut yang memprovokasi war-ga apalagi meperkeruh situasi dan kondisi di tapal batas. Secara hukum jika salah satu warga berdomisili di satu wilayah, maka yang bersang-kutan harus ber-KTP wilayah tempat dia berdomisili. Atas dasar apa jika ada warga me-nyatakan dia warga Tendeki sedangkan tinggal di wilayah Minut?,” tanya Sangian.
Tidak mungkin lanjutnya, jika yang bersangkutan tinggal di Tendeki Bitung lantas dipaksa-paksa mengurus KTP Minut.
“Tapi lepas dari masalah yang ada, kami akan lihat di lapa-ngan soal batas wilayah Minut-Bitung. Kami akan berkoor-dinasi dengan Pemkot Bitung dan dari Minut di bawah koor-dinator Asisten I, Drs Rudy Um-boh, Kabag Pemdes, Kabag Tapem dan Kabag Hukum akan turun lapangan,” kunci-nya.(irv)
|
|