CLOSE PAGE : PRINT NEWS

 

 

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Minut
Minahasa Selatan
Minahasa Tenggara
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)
 

  

Berita Minahasa Induk

11 April 2008

Terkait kegiatan persiapan eksplorasi pabum 
Kehadiran Aparat Kepolisian Usik Warga Kanonang

 

 IKUTI BERITA LAIN

Pemkab Diminta Jangan Dulu Terima CPNS
Polres Usut Dugaan Penyimpangan DAK Diknas 2007
Lintas Berita Minduk

Kehadiran petugas kepolisian di sekitar kawasan pe-mukiman penduduk biasanya sangat menguntungkan masyarakat setempat. Sebab masyarakat akan merasa aman jika ada petugas kepolisian yang berjaga di sekitar kawasan tempat tinggal mereka.
Namun kehadiran sejumlah aparat kepolisian di Kanonang, Kecamatan Kawangkoan, te-patnya di lokasi kegiatan per-siapan eksplorasi Panas Bumi (Pabum) Pertamina Geother-mal, nampaknya agak berbeda. Pasalnya, sejumlah warga Ka-nonang mulai merasa terusik dengan kehadiran sejumlah aparat kepolisian ini. Setelah ditelusuri, situasi ini ada kai-tannya dengan penolakan war-ga setempat atas rencana eks-plorasi Pabum Kanonang. 
Menurut penuturan Maikel Lela, Tokoh Generasi Muda Ka-nonang, polisi adalah milik ma-syarakat, sebagaimana prog-ram Kapolda Sulut Brigjen Bek-to Suprapto. Dan itu telah dira-sakan manfaatnya oleh warga. 
“Kami salut dan bangga de-ngan program ini. Akan tetapi kondisi berbeda terjadi di wila-yah Kanonang. Aparat polisi terkesan bukan lagi milik ma-syarakat tapi milik para bos-bos. Yang perlu Pak Kapolda ketahui bahwa, pembangunan Geothermal di wilayah Kano-nang I dan Kanonang II, Keca-matan Kawangkoan, tidak di-setujui masyarakat. Tapi pem-bangunan ini terkesan sengaja dipaksakan. Tentu dengan bantuan back-up aparat Kepo-lisian Polsek Kawangkoan. Per-tamina mengatakan bahwa mereka telah menempatkan in-telpol untuk menjaga lokasi proyek yang ditolak masyara-kat,” tandas Direktur Lembaga Studi Reformasi Sulut itu. 
Dengan situasi ini, Lela men-duga aparat kepolisian telah di-beri jaminan untuk menentang masyarakat yang menolak pembangunan tersebut. “Apa-rat polisi berjaga siang dan ma-lam di lokasi proyek pemba-ngunan dengan dilengkapi sen-jata. Ini yang mengusik masya-rakat. Kami merasa kenyama-nan dan ketentraman masya-rakat Kanonang agak tergang-gu. Tolong Pak Kapolda mem-perhatikan hal ini, dengan me-narik aparat dari sana,” pung-kasnya. Sayangnya, pihak Per-tamina Geothermal sendiri be-lum berhasil dimintakan tang-gapan terkait kehadiran sejum-lah aparat kepolsian di lokasi proyek pabum Kanonang. Be-gitu juga dengan pihak Polsek Kawangkoan.(dav)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin