CLOSE PAGE : PRINT NEWS

 

 

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Minut
Minahasa Selatan
Minahasa Tenggara
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)
 

Berita Minahasa Selatan 

11 April 2008

Buntut kurangnya sosialisasi
Subsidi Migor di Minsel Dinilai Tidak Tepat Sasaran

 

 IKUTI BERITA LAIN

DPRD Fasilitasi Pembentukan Forum BPD Minsel 
Proyek bermasalah 2007 bakal ditindak 
Komisi B Siap Giring Kontraktor dan SKPD Nakal ke Jalur Hukum
Lintas Berita Minsel

Kegembiraan warga Minsel, khususnya mereka yang ku-rang mampu untuk menda-patkan subsidi minyak go-reng (migor) ternyata sedikit ternoda dengan ulah para pe-nyalur maupun instansi ter-kait. 

Hal ini seperti diungkapkan ibu rumah tangga Kota Amu-rang, Sandra Rampisela. Me-nurutnya, dengan tidak per-nah terdengarnya bakal ada penyaluran subsidi Migor tersebut, menimbulkan ke-curigaan kalau subsidi itu hanya dimanfaatkan oleh ok-num tertentu baik itu penya-lur ataupun dari instansi terkait. 
Dijelaskan Rampisela, meski penyaluran subsidi Migor di-katakan telah berlangsung se-jak pekan lalu, namun di wila-yahnya Amurang banyak war-ga yang tak tahu-menahu soal penyaluran itu. 
“Subsidi Migor di Minsel ti-dak ada gunanya. Masakan banyak warga tak mengetahui persis jadwal penyaluran. Ini jelas ada upaya untuk menca-ri keuntungan pribadi,” kata Ny Rampisela. 
Hal senada dikatakan tokoh masyarakat Minsel, Welly Pa-ngelawan. Menurutnya, selain subsidi Migor kurang sosiali-sasinya ke tengah masyara-kat, penyalurannya juga tidak tepat sasaran. Pasalnya, ba-nyak warga kurang mampu yang pada akhirnya tak men-dapatkan jatah dari subsidi tersebut. 
Menurutnya, saat ini saja harga Migor di pasaran Min-sel mencapai Rp 11 ribu hing-ga Rp 12.500 per kilo. Dan dari hasil pemberian subsidi, diketahui hanya berkurang atau dipotong sekitar Rp 2500. Sehingga pembelian yang dilakukan warga tetap dirasakan cukup tinggi yak-ni mencapai Rp 9 ribu hingga Rp 10 ribu. 
“Apa guna ada subsidi Migor dari pemerintah tapi harga di pasaran melonjak tajam hing-ga mencapai Rp 12.500. Se-baiknya pemerintah menin-dak tegas para pengusaha yang seenaknya menaikkan harga kebutuhan pokok saat ini,” ungkap Pangelawan 
Kadis Perindustrian, Perda-gangan dan Pasar, Drs Dan-ny Rindengan, Kamis (10/04) kemarin, membantah ji-ka penyaluran subsidi Migor itu kurang sosialisasi. Dije-laskannya, jauh hari sebe-lum akan diadakan penya-luran subsidi di tiap wilayah, sudah terlebih dahulu diba-gikan kupon subsidi bagi warga kurang mampu yang didata oleh pihak desa/kelu-rahan setempat. 
Menurut Rindengan, dari data yang ada, 17 ribu KK (kepala keluarga) di Minsel yang akan menerima subsidi Migor tersebut. Di mana, tiap KK hanya diperboleh-kan mendapat jatah pembe-lian dua kilo Migor. “Selama penyaluran subsidi Migor, itu diawasi dan dipantau oleh sejumlah tim khusus. Ini demi mencegah penyim-pangan yang bakal terjadi,” kilah Rindengan.(pen) 

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin