|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Minahasa Selatan |
11 April 2008
|
|
Buntut kurangnya sosialisasi
Subsidi Migor di Minsel Dinilai Tidak Tepat Sasaran
|
Kegembiraan warga Minsel, khususnya mereka yang ku-rang mampu untuk menda-patkan subsidi minyak go-reng (migor) ternyata sedikit ternoda dengan ulah para pe-nyalur maupun instansi ter-kait.
Hal ini seperti diungkapkan ibu rumah tangga Kota Amu-rang, Sandra Rampisela. Me-nurutnya, dengan tidak per-nah terdengarnya bakal ada penyaluran subsidi Migor tersebut, menimbulkan ke-curigaan kalau subsidi itu hanya dimanfaatkan oleh ok-num tertentu baik itu penya-lur ataupun dari instansi terkait.
Dijelaskan Rampisela, meski penyaluran subsidi Migor di-katakan telah berlangsung se-jak pekan lalu, namun di wila-yahnya Amurang banyak war-ga yang tak tahu-menahu soal penyaluran itu.
“Subsidi Migor di Minsel ti-dak ada gunanya. Masakan banyak warga tak mengetahui persis jadwal penyaluran. Ini jelas ada upaya untuk menca-ri keuntungan pribadi,” kata Ny Rampisela.
Hal senada dikatakan tokoh masyarakat Minsel, Welly Pa-ngelawan. Menurutnya, selain subsidi Migor kurang sosiali-sasinya ke tengah masyara-kat, penyalurannya juga tidak tepat sasaran. Pasalnya, ba-nyak warga kurang mampu yang pada akhirnya tak men-dapatkan jatah dari subsidi tersebut.
Menurutnya, saat ini saja harga Migor di pasaran Min-sel mencapai Rp 11 ribu hing-ga Rp 12.500 per kilo. Dan dari hasil pemberian subsidi, diketahui hanya berkurang atau dipotong sekitar Rp 2500. Sehingga pembelian yang dilakukan warga tetap dirasakan cukup tinggi yak-ni mencapai Rp 9 ribu hingga Rp 10 ribu.
“Apa guna ada subsidi Migor dari pemerintah tapi harga di pasaran melonjak tajam hing-ga mencapai Rp 12.500. Se-baiknya pemerintah menin-dak tegas para pengusaha yang seenaknya menaikkan harga kebutuhan pokok saat ini,” ungkap Pangelawan
Kadis Perindustrian, Perda-gangan dan Pasar, Drs Dan-ny Rindengan, Kamis (10/04) kemarin, membantah ji-ka penyaluran subsidi Migor itu kurang sosialisasi. Dije-laskannya, jauh hari sebe-lum akan diadakan penya-luran subsidi di tiap wilayah, sudah terlebih dahulu diba-gikan kupon subsidi bagi warga kurang mampu yang didata oleh pihak desa/kelu-rahan setempat.
Menurut Rindengan, dari data yang ada, 17 ribu KK (kepala keluarga) di Minsel yang akan menerima subsidi Migor tersebut. Di mana, tiap KK hanya diperboleh-kan mendapat jatah pembe-lian dua kilo Migor. “Selama penyaluran subsidi Migor, itu diawasi dan dipantau oleh sejumlah tim khusus. Ini demi mencegah penyim-pangan yang bakal terjadi,” kilah Rindengan.(pen)
|
|