CLOSE PAGE : PRINT NEWS

 

 

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Minut
Minahasa Selatan
Minahasa Tenggara
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

 

 
Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)
 

  

Berita Opini Redaksi dan Pembaca 

11 April 2008

Perguruan Tinggi Menuju Pilnatsung dan Pilreksung?(2)
Oleh: Barce Wariki1 dan Corneles Turang2

 IKUTI BERITA LAIN

Dinamika Partisipasi Politik di Indonesia(3)
Oleh: Musa Rondo
Sampah Masalah Klasik yang Perlu Dituntaskan Pemkot Manado
PT MSM Makin Sulit

 
Untuk dapat memainkan peran dalam kancah globalisasi, maka peran SDM lokal yang mengglobal serta didasari Pancasila dan UUD-45 sebagai kuncinya. Karena sumber daya yang didasari Pancasila pasti memiliki iman dan takwa serta ilmu pengetahuan dan teknologi (imtak dan iptek) yang andal. Hal ini merupakan modal dasar serta syarat yang harus dimiliki oleh siapa saja yang melanjutkan tongkat estafet bangsa ini agar tidak semakin terpuruk oleh ulah anak bangsa sendiri, karena pasti dengan ketulusan untuk memberikan pelayanan bagi sesama anak bangsa dalam tugas dan panggilan di mana saja, termasuk di Unsrat. Ini akan tercipta secara sinergis, bila didukung dengan fasilitas pencetak SDM yang andal, katakanlah seperti perguruan tinggi.
Memang dalam hal ini seperti telah dikemukakan bahwa se-tiap keputusan yang akan dilak-sanakan pasti ada dampak ne-gatif dan positifnya. Dampak po-sitifnya: dalam demokrasi, se-tiap pemilihan diawali dengan melakukan kampanye, sehingga pemilih pasti akan mengikuti de-ngan baik setiap visi dan misi yang akan disampaikan oleh pa-ra calon. Sehingga tidak lagi ada seolah-olah civitas akademika seperti dosen, mahasiswa dan pegawai hanya terpaksa atau di-paksa untuk mengikuti penyam-paian visi dan misi calon, bukan karena kesadaran memiliki. Suara terbanyak berasal dari ke-terwakilan civitas akademika, sehingga melahirkan kepercaya-an civitas akademika, bukan suara hanya berasal dari segelin-tir orang yang tidak jelas mewa-kili siapa, sehingga menghasil-kan pemimpin yang tidak mewa-kili alias pincang. 
Dampak negatifnya: Pemilih-an secara langsung akan membutuhkan biaya yang cu-kup besar, untuk kebutuhan operasional teknisnya seperti kertas suara, tinta dan lain-nya. Bila tahapan prosesnya dari pendaftaran sampai pe-milihan dilakukan terlalu la-ma, akan mengganggu kegiat-an akademik, sebab pasti ada pergerakan-pergerakan ma-ssa setiap pendukung calon, dan bukan tidak mungkin akan terjadi money politic yang berdampak pada rusaknya citra kampus sebagai pengha-sil orang-orang yang memiliki imtak dan iptek.
Akhirnya, semoga tulisan ini dapat memberikan pencerahan bagi kita semua civitas akade-mika di Unsrat Manado dan masyarakat pada umumnya yang selalu bangga dengan lem-baga ini terlebih mereka yang telah kita pilih sebagai wakil rakyat, untuk menatap tan-tangan masa depan yang sema-kin rumit. Tidak ada yang ingin jadi pahlawan seperti Ibnu dari STPDN (yang sangat disayang-kan kesalahan oknum telah merusak aset). Tapi karena ungkapan kecintaan dan kerin-duan akan memberi arti dalam pengabdian bagi bangsa dan negara sebagai tugas dan pang-gilan sebagai anak bangsa, bangsa Indonesia, dan lebih khusus sebagai warga Sulut. 
Dan satu hal yang pasti anggo-ta senat yang telah ada, dan baru terpilih adalah benar mewakili civitas akademika, akan meng-gunakan ‘Hati Nuraninya” un-tuk masa depan Unsrat, karena seribu langkah Unsrat ke depan, sangat ditentukan oleh langkah pertama. Semoga dengan meng-hasilkan rektor yang benar, ada-lah pemimpin yang dapat mem-buat perubahan di Universitas Sam Ratulangi, kita semakin di-perhitungkan lagi seperti Dr Sam Ratulangi dan banyak lagi tokoh-tokoh leluhur kita yang sempat mengglobal, sebelum globalisasi bergulir saat ini, semoga saja. Viva Akademika, Viva Senatore, Viva Unsrat.(habis)


1) Dosen Fakultas Pertanian Unsrat, Deklarator MPS-Masyarakat Pendidikan Sulut,, Pemerhati Pendidikan di Kota Tomohon dan PD3 di YPTKUKIT, asal Tomohon.
2) Litkayasa Litbang Pertanian, Detaser Primatani Kota Tomohon- asal Tataaran kini tinggal di Tomohon.

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin