|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Kota Tomohon dan Sekitarnya |
11 April 2008
|
|
Kebakaran jenggot dengan pernyataan Lengkey
Para Oemar Bakri se Tomohon Bakal Demo F-PDIP
|
Kalangan guru atau para ‘oemar bakri’ di Kota Tomohon kebakaran jenggot dengan pernyataan anggota Fraksi PDI-P (F-PDIP), Ir JWT Lengkey, soal hasil Pra UAS dimana hanya 50 persen siswa yang tidak mencapai standar kelulusan. Olehnya, para ‘oemar bakri’ berjanji bakal menggelar demo di DPRD Kota Tomohon, khususnya F-PDIP.
Takkala bersua dengan ko-ran ini di Kantor Dinas Pen-didikan nasional Kota Tomo-hon, para ‘oemar bakri’ terke-san heran dengan pernyataan Lengkey yang dinilai telah me-lecehkan pengabdian mereka. “F-PDIP dapat data dari ma-na, sehingga mengatakan ha-sil Pra UAS terdapat 50 persen siswa yang tak mencapai stan-dar kelulusan,” tandas kala-ngan ‘oemar bakri’, termasuk para Kepsek, Kamis (10/04).
“Sangat disesalkan pernya-taan FPDI-P ini, apalagi sudah dipublikasikan di sejumlah me-dia massa. FPDI-P harus meng-klarifikasi pernyataan tersebut. Dan kalau tidak, kami akan melakukan demo di kantor DPRD Kota Tomohon,” ancam puluhan guru dan kepsek itu.
Ancaman serius itupun dipa-parkan mereka, jika satu dua hari ini F-PDIP tidak mengkla-rifikasi pernyataan soal hasil Pra UAS di media massa, maka pilihan terakhir yaitu demo. “Kami tunggu klarifikasi F-PDIP. Dan kalau tidak ditindak-lanjuti, maka Senin depan ka-mi akan mengurus ijin demo di Polresta Tomohon,” warn-ing para oemar bakri.
Secara terpisah, Kepala Di-nas Pendidikan Nasional Kota Tomohon, Fentje Goni SH ti-dak menapik jika kalangan gu-ru akan menggelar demo di DPRD Kota Tomohon. Itupun, kata Goni, jika kesempatan untuk memberikan klarifikasi tidak dilakukan F-PDIP. “Itu hak mereka untuk melakukan demo. Dan menjadi pelajaran bagi para wakil rakyat khu-susnya F-PDIP agar tidak sem-barang mengeluarkan pernya-taan jika tidak disertai data-data yang akurat,” akunya.(jok)
|
|