HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

12 April 2008

Legislator Minut yang ditangkap seorang kolektor
Putra Mantan Walikota, Keponakan HV Worang


Anggota DPRD Minut, Corneles Worang yang ditangkap petugas atas dugaan kepemilikan senjata api ilegal Kamis (10/04) lalu, ternyata dari keluarga terpandang. Ayahnya Wempi Worang (alm) adalah walikota pertama saat Bitung masih kota administratif (akhir tahun 1970-an). Sedangkan kakak kandung Wempie, tak lain adalah HV Worang, Gubernur Sulut era tahun 60-an. Dengan demikian Corneles Worang adalah keponakan HV Worang. 
Tumbuh di lingkungan ke-luarga pejabat, tentunya tidak ada masalah finansial bagi Corneles. Terutama untuk me-nunjang hobinya sejak kecil dan menginjak remaja, yang suka mengoleksi berbagai benda. “Cor (Corneles, red) su-ka mengoleksi apa saja (ko-lektor). Waktu SD saja, dia me-ngoleksi lima sepeda, di mana saat itu sudah sangat mewah bagi anak-anak usia kami,” ungkap Drs Sem Tirayoh re-kan sepermainan Cor saat SD dulu ketika ditemui Komen-tar, kemarin (11/04). 
Kebiasaan dan kecintaan Cor mengoleksi barang-ba-rang yang tergolong ‘aneh’, juga dapat dilihat jika dirinya ke luar daerah. “Jika kami ada di Jakarta, dia sering me-ngajak untuk jalan-jalan ke toko souvenir senjata-senjata mainan. Mungkin karena di-rinya besar di tengah-te-ngah keluarga yang sebagian besar berlatarbelakang militer se-hingga dirinya suka dan hobi mengoleksi souvenir berbau militer,” tambah salah satu ke-luarga dekat Cor yang enggan dikorankan.
Bahkan lanjut saudaranya ini, mulai dari motor, mobil off road juga ayam jago, dija-dikan koleksi oleh Cor. “Cor orangnya hobi koleksi apa saja. Saya yakin dirinya ha-nya sebatas hobi mengoleksi dan tak ada niat sedikitpun merencanakan kejahatan. Buktinya selama ini dia tak pernah berbuat sesuatu yang meresahkan terkait hobinya ini. Sepengetahuan saya, diri-nya ada izin memiliki senjata api karena pekerjaannya se-bagai seorang direktur peru-sahaan. Apakah izinnya su-dah lewat atau bermasalah, intinya yang saya tahu dia tak pernah berbuat masalah de-ngan senjata maupun koleksi senjata mainan yang dimiliki-nya,” jelas saudaranya pan-jang lebar.
Hal ini juga dibenarkan Sus Pangemanan SPd, yang berse-belahan desa dengan Cor. “Saya yakin dia hanya sebatas mengoleksi mainan senpi. Kalau toh ada senpi benaran, sebagaimana pengakuan ke-luarganya, ada izinnya. Tapi apakah izinnya itu sudah ka-daluarsa? Kami serahkan saja kepada yang berwajib. Dan ini menjadi pelajaran bagi siapa saja, jika memiliki senpi dan ada izin, selalu ingat jangan lalaikan pengurusan izinnya, sebab ada konsekuensinya,” jelas Ibu Sus yang juga Ketua DPRD Minut.
Dulunya juga, sewaktu pe-milihan Ketua DPRD Minut, seingat koran ini, Cor pernah membawa pistol ke kantor dewan. Namun saat diperiksa petugas, Cor mampu menun-jukkan surat-surat kepemili-kan lengkap, sehingga senjata itu tidak dipermasalahkan pe-tugas. 
Sementara itu, soal karak-ter, Cor dikenal sosok tertu-tup dan tak suka masuk cam-pur urusan orang lain. Meski begitu, di mata warga Kau-ditan dan sekitarnya, dia di-kenal sosok yang ramah, baik dan low profile. Noke Paat rekan separtai Cor di Partai Persatuan Daerah (PPD) me-ngaku, Cor orangnya sangat baik. “Dia memang pendiam, sedikit tertutup, tapi pada prinsipnya orangnya sangat baik dan ramah kepada siapa saja. Secara pribadi saya pri-hatin atas apa yang dialami rekan dan sahabat saya ini,” tukas Noke yang juga Tonaas Brigade Manguni Minut. 
Secara terpisah, pemerik-saan terhadap Corneles Wo-rang (44), dilakukan secara ter-tutup. “Sampai sekarang Pol-da Sulut masih mendalami ka-sus tersebut. Jadi tolong ber-sabar,” ungkap Juru Bicara Polda Sulut, AKBP Drs Benny Bella ketika dikonfirmasi wartawan di Mapolda Sulut, Jumat (11/04).
Ketika ditanya soal status Cornelis, Bella enggan mem-berikan jawabannya. Dirinya kembali menegaskan kalau kasus ini masih diselidiki le-bih lanjut. Hanya saja, Bella mengatakan kalau legislator Minut itu ditahan di Mapolda Sulut untuk kepentingan pe-nyelidikan dan penyidikan.
“Sekali lagi, Polda Sulut ma-sih mendalami lebih jauh ka-sus ini. Kalau sudah didalami dan yang bersangkutan dipe-riksa secara tuntas oleh tim penyidik, baru diberikan pen-jelasan lebih lanjut,” ujarnya. Sampai dengan kemarin, para kuli tinta belum diizinkan me-nemui Cornelis ataupun me-ngambil gambar. 
Sementara itu, istri Cornelis Maya Lengkong dan anaknya terlihat mendatangi Mapolda Sulut untuk menjenguk sua-minya. Namun Maya masih menolak untuk diwawanca-rai. Seperti diketahui, Kamis (10/04) sekitar pukul 07.00 Wita lalu, tim Polda Sulut yang dipimpin Kaden 88 AT Polda Sulut, AKBP Soeseno Noerhandoko SIK, melakukan penggeledahan terhadap ru-mah Cornelis yang ada di Desa Kauditan Dusun IV, Keca-matan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara. Hasilnya, po-lisi menemukan sejumlah sen-jata api dari berbagai bentuk dan jenis di rumah tersebut. 
Sebelum proses penggele-daan, polisi mendapatkan in-formasi warga yang menemu-kan sejumlah pucuk senjata terapung di atas permukaan air laut di sekitar Pelabuhan Perikanan Bitung. 
Sedangkan Penasehat Hu-kum Cornelis, C Wenas SH ke-tika dikonfirmasi via ponsel mengharapkan agar semua pihak menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah dalam menyikapi kasus ini. Menu-rutnya, dari beberapa senpi yang disita Polda Sulut sebe-narnya hanya satu yang ilegal, itu pun karena izinnya sudah lewat masa berlaku.
“Sebenarnya hanya dua senpi yang asli. Yang satu izinnya masih berlaku, sedangkan yang satu lagi sudah lewat ma-sa berlaku. Jadi hanya kela-laian saja,” ujarnya.(imo/irv)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin