|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
12 April 2008
|
|
Worang: Keluarga Kami
Tidak Ada yang Teroris
|
Ada pengungkapan menarik yang disampaikan Albert Oddy Worang menyangkut adiknya, Corneles Worang, yang sedang diperiksa Densus 88 Polda Sulut terkait kasus kepemilikan senjata api. Me-nurut Oddy, adiknya itu dulu mempunyai cita-cita menjadi tentara. Corneles terobsesi de-ngan pamannya HV Worang (mantan Gubernur Sulut era 60-an) dan kakak iparnya Let-kol Kaunang, yang juga se-orang anggota ABRI. Hal ini disampaikan Oddy ketika dite-mui koran ini di kediamannya di bilangan Jalan BW Lapian, Tikala Ares, Jumat (11/04).
Menurut Oddy, sebagai anak bungsu yang terlahir dari ke-luarga mantan Walikota Ad-ministratif Bitung Wempie Wo-rang, Corneles memang sedikit mendapat keistimewaan. “Se-hingga cita-citanya untuk men-jadi tentara tidak mungkin di-kabulkan orangtua, karena ju-ga aturannya pada waktu itu tidak mengizinkan anak bung-su jadi anggota ABRI,” jelasnya.
Nah, akibat obsesi yang tidak terkabul, pelampiasan adiknya adalah menjadi gemar mengo-leksi barang berbau senjata/militer. ‘’Itu sekadar menya-lurkan hobi dan memendam cita-cita.’’ Adanya senpi, aku Oddy, tidak dipergunakan adiknya untuk maksud jahat. Namun soal kelalaian Corneles mengurus izin senjata yang kadaluarsa, diakuinya meru-pakan sebuah kelalaian yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan hukum.
“Kalau soal itu kami menye-rahkan sepenuhnya pada pro-ses hukum yang berlaku di negara ini. Tapi catat, keluarga kami tidak ada yang teroris,” tukasnya yang kecewa atas sejumlah pemberitaan media yang terkesan sangat menyu-dutkan adiknya, apalagi ke-mudian ternyata ada beberapa senjata yang ditemukan ter-nyata hanya mainan.
Oddy sendiri mengharapkan polisi pun sebagai aparat pe-negak hukum, dalam meng-hadapi kasus seperti itu, hen-daknya jangan langsung mela-kukan tindak represif. Melain-kan harus melakukan pembi-naan sebelumnya, bukan langsung dijadikan target operasi. Namun Worang tidak mau berspekulasi lebih jauh soal penangkapan adiknya ter-sebut, apakah ada yang me-mang sengaja merekayasa untuk menjatuhkan nama baik pribadi maupun keluarga.
Yang pasti, pihak keluarga akan mengikuti proses hukum dan menyediakan pembela bagi adiknya. “Saat ini, kami bersa-ma istri adik kami Maya Leng-kong, sudah menunjuk kuasa hukum dari kantor pengacara James Karinda sebagai penase-hat hukum sambil menunggu BAP-nya,” katanya.(gra)
|
|