HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

12 April 2008

Worang: Keluarga Kami Tidak Ada yang Teroris


Ada pengungkapan menarik yang disampaikan Albert Oddy Worang menyangkut adiknya, Corneles Worang, yang sedang diperiksa Densus 88 Polda Sulut terkait kasus kepemilikan senjata api. Me-nurut Oddy, adiknya itu dulu mempunyai cita-cita menjadi tentara. Corneles terobsesi de-ngan pamannya HV Worang (mantan Gubernur Sulut era 60-an) dan kakak iparnya Let-kol Kaunang, yang juga se-orang anggota ABRI. Hal ini disampaikan Oddy ketika dite-mui koran ini di kediamannya di bilangan Jalan BW Lapian, Tikala Ares, Jumat (11/04).
Menurut Oddy, sebagai anak bungsu yang terlahir dari ke-luarga mantan Walikota Ad-ministratif Bitung Wempie Wo-rang, Corneles memang sedikit mendapat keistimewaan. “Se-hingga cita-citanya untuk men-jadi tentara tidak mungkin di-kabulkan orangtua, karena ju-ga aturannya pada waktu itu tidak mengizinkan anak bung-su jadi anggota ABRI,” jelasnya.
Nah, akibat obsesi yang tidak terkabul, pelampiasan adiknya adalah menjadi gemar mengo-leksi barang berbau senjata/militer. ‘’Itu sekadar menya-lurkan hobi dan memendam cita-cita.’’ Adanya senpi, aku Oddy, tidak dipergunakan adiknya untuk maksud jahat. Namun soal kelalaian Corneles mengurus izin senjata yang kadaluarsa, diakuinya meru-pakan sebuah kelalaian yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan hukum. 
“Kalau soal itu kami menye-rahkan sepenuhnya pada pro-ses hukum yang berlaku di negara ini. Tapi catat, keluarga kami tidak ada yang teroris,” tukasnya yang kecewa atas sejumlah pemberitaan media yang terkesan sangat menyu-dutkan adiknya, apalagi ke-mudian ternyata ada beberapa senjata yang ditemukan ter-nyata hanya mainan.
Oddy sendiri mengharapkan polisi pun sebagai aparat pe-negak hukum, dalam meng-hadapi kasus seperti itu, hen-daknya jangan langsung mela-kukan tindak represif. Melain-kan harus melakukan pembi-naan sebelumnya, bukan langsung dijadikan target operasi. Namun Worang tidak mau berspekulasi lebih jauh soal penangkapan adiknya ter-sebut, apakah ada yang me-mang sengaja merekayasa untuk menjatuhkan nama baik pribadi maupun keluarga. 
Yang pasti, pihak keluarga akan mengikuti proses hukum dan menyediakan pembela bagi adiknya. “Saat ini, kami bersa-ma istri adik kami Maya Leng-kong, sudah menunjuk kuasa hukum dari kantor pengacara James Karinda sebagai penase-hat hukum sambil menunggu BAP-nya,” katanya.(gra) 

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin