|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
14 April 2008
|
|
Pilkada Jabar patahkan prediksi hasil survei
Dede Yusuf Ikuti Jejak Rano Karno
|
Kans Dede Yusuf untuk me-ngikuti jejak seniornya, Rano Karno memegang jabatan top eksekutif, tinggal selangkah lagi. Dede yang mencalonkan diri sebagai wakil gubernur, bersama Ahmad Heryawan di Pilgub Jabar, secara menge-jutkan mampu keluar sebagai pemenang dengan suara ter-banyak sementara, berdasar-kan quick count.
Kemenangan HaDe (Ahmad Heryawan-Dede Yusuf) ini disambut suka cita pendu-kungnya dari PKS dan PAN. Berbagai kalangan pun me-ngaku kaget dengan kemena-ngan Hade. “Hasil ini meru-pakan tanda-tanda masyara-kat tidak suka status quo. Ma-syarakat ingin suasana baru, walaupun tidak ada jaminan suasana baru itu akan terwu-jud,” kata analis politik dari Universitas Indonesia (UI), An-drinof A Chaniago, yang me-nanggapi kemenangan se-mentara hasil perhitungan cepat lembaga-lembaga sur-vei, di Depok, Minggu (13/04).
Hasil penghitungan cepat (quick count) yang dilakukan Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Pus-kaptis) menempatkan pasa-ngan HaDe unggul dengan perolehan suara 38,98 persen disusul oleh Agum Gumelar-Nu‘man Abdul Hakim (Aman) diusung PDIP, PPP, PKB, PBB, PDS dan PKPB, (AMAN) de-ngan 32,98 persen dan Danny Setiawan-Iwan Ridwan Sulan-jana (DaI) yang didukung Par-tai Golkar dan Partai Demo-krat, sebesar 28,27 persen.
Perhitungan cepat yang dilakukan oleh Lingkar Survei Indonesia (LSI) dan Jaringan Isu Publik (JIP), juga menun-jukkan hal yang sama, di mana perolehan sementara suara Pilgub Jabar, pasangan HaDe unggul dengan per-olehan suara sebesar 36,52 persen. Posisi kedua Agum - Nu‘man (Aman) 35,06 persen, dan posisi ketiga pasangan Danny-Iwan (DaI) dengan 28,36 persen.
Menurut dia, kemenangan sementara HaDe merupakan tantangan besar buat pasa-ngan dari generasi muda yang tidak mempunyai penga-laman sama sekali di peme-rintahan itu, sekaligus akan jadi pelajaran bagi politisi yang terlalu mengandalkan posisi “incumbent” atau be-sarnya pengikut partai. KPU Jabar juga mengakui, untuk sementara Hade yang teratas dalam perhitungan semen-tara.
Sementara Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pimpinan Denny JA menyebutkan Pil-gub di Jawa Barat termasuk yang aneh. Sebab dari bebe-rapa lembaga survei yang menyisir pendapat publik di Tatar Sunda, pasangan Ah-mad Heryawan-Dede Yusuf selalu di posisi buncit. Tetapi secara mencengangkan, ha-silnya malah menyodok dan memenangi Pilgub Jabar.
Demikian kesimpulan yang disampaikan LSI dalam jumpa pers di Bandung, Minggu (13/04). Menurut pe-neliti LSI Widdi Aswindi, ke-menangan HaDe disebabkan beberapa alasan di antaranya massa mengambang yang mencapai 19,1 persen dalam seminggu sebelum penco-blosan dapat dimanfaatkan secara maksimal. “Hade ber-hasil melakukan get out the votter yaitu memobilisir pemilih untuk meyakinkan akan pilihannya,” kata Widdi.
Kedua, dari beberapa pil-kada di beberapa daerah me-nunjukkan tingkat kepuasan atas incumbent (Danny Se-tiawan) sangat rendah. Ke-tiga, posisi gubernur tidak po-puler di masyarakat. Popu-laritas incumbent hanya 60 persen. Sedangkan HaDe 90 persen. Keempat, tingginya golput di Jabar yang menca-pai 35,08 persen membuat ke-rugian pada posisi incumbent. Kelima, popularitas Dede Yu-suf yang tinggi di masyarakat terutama pemilih perem-puan.(zal/rmc)
|
|