CLOSE PAGE : PRINT NEWS

 

 

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Minut
Minahasa Selatan
Minahasa Tenggara
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

   

 
Berita Ekonomi dan Bisnis  

14 April 2008

Puluhan Naker Asal Langowan Tertipu di Kalimantan

 IKUTI BERITA LAIN

Produksi tanaman jagung meningkat ‘spektakuler’
Sualang: Revitalisasi Pertanian di Sulut Menggembirakan

Akibat serangan hama dan cuaca buruk
57 Persen Lahan Cengkih di Minahasa Kritis

Lintas Berita Ekonomi

 
Puluhan tenaga kerja asal Langowan yang berniat bekerja di Kalimantan, akhirnya harus pulang dengan kondisi yang memprihatinkan karena tertipu. Pekerjaan di bidang per-kayuan yang dijanjikan oleh oknum perantara, ternyata tidak benar. Bahkan di antara mereka masih ada yang belum bisa pulang karena tidak ada lagi uang untuk kembali.

Tokoh pemuda Langowan, Ir-wany Maki SH, Jumat (11/04) mengungkapkan, kejadian itu patut disesalkan, karena para tenaga kerja yang berangkat ke Kalimantan tersebut telah mengeluarkan biaya sendiri untuk perjalanan dan kebu-tuhan lainnya. “Bahkan ba-nyak di antara mereka harus meminjam uang dan mengga-daikan barang berharga untuk bisa berangkat ke Kalimantan. Tapi kenyataannya mereka terlantar di sana,” tuturnya de-ngan nada prihatin.
Menurut informasi yang di-terimanya, para pekerja ter-sebut difasilitasi oleh oknum perantara asal Desa Walan-takan, Kecamatan Langowan Utara. Para pekerja tersebut ditawari bekerja di salah satu perusahaan tanaman in-dustri. Namun, perusahaan tersebut katanya sudah bang-krut. Dan informasi lain, te-naga kerja yang dikirim dari Langowan sudah terlalu ba-nyak, sehingga tidak bisa lagi ditampung. “Informasinya memang masih simpang siur. Tapi yang jelas mereka ter-paksa pulang karena merasa tertipu,” tuturnya.
Para pekerja yang berangkat ke Kalimantan itu umumnya berasal dari Desa Walanta-kan, Noongan, Toraget dan Tumaratas.
Royke Kereh, salah seorang tenaga kerja asal Noongan yang ikut ke Kalimantan dan harus kembali, menuturkan, ketika tiba di Kalimantan me-reka harus berjalan kaki se-jauh kurang lebih 40 kilome-ter untuk masuk ke lokasi kerja yang dijanjikan. Sesam-painya di tengah hutan terse-but, ternyata tidak ada peker-jaan yang dijanjikan itu. Me-reka bahkan harus menahan lapar dan dahaga. Dan kare-na merasa tertipu, mereka akhirnya memutuskan untuk pulang. “Karena sudah tidak punya uang, kami terpaksa meminta keluarga kami un-tuk mengirimkan uang. Pada-hal waktu kami berangkat harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk biaya perjalanan,” ujarnya.(jef

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin