|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Ekonomi dan Bisnis |
14 April 2008
|
|
Puluhan Naker Asal Langowan
Tertipu di Kalimantan
|
Puluhan tenaga kerja asal Langowan yang berniat bekerja di Kalimantan, akhirnya harus pulang dengan kondisi yang memprihatinkan karena tertipu. Pekerjaan di bidang per-kayuan yang dijanjikan oleh oknum perantara, ternyata tidak benar. Bahkan di antara mereka masih ada yang belum bisa pulang karena tidak ada lagi uang untuk kembali.
Tokoh pemuda Langowan, Ir-wany Maki SH, Jumat (11/04) mengungkapkan, kejadian itu patut disesalkan, karena para tenaga kerja yang berangkat ke Kalimantan tersebut telah mengeluarkan biaya sendiri untuk perjalanan dan kebu-tuhan lainnya. “Bahkan ba-nyak di antara mereka harus meminjam uang dan mengga-daikan barang berharga untuk bisa berangkat ke Kalimantan. Tapi kenyataannya mereka terlantar di sana,” tuturnya de-ngan nada prihatin.
Menurut informasi yang di-terimanya, para pekerja ter-sebut difasilitasi oleh oknum perantara asal Desa Walan-takan, Kecamatan Langowan Utara. Para pekerja tersebut ditawari bekerja di salah satu perusahaan tanaman in-dustri. Namun, perusahaan tersebut katanya sudah bang-krut. Dan informasi lain, te-naga kerja yang dikirim dari Langowan sudah terlalu ba-nyak, sehingga tidak bisa lagi ditampung. “Informasinya memang masih simpang siur. Tapi yang jelas mereka ter-paksa pulang karena merasa tertipu,” tuturnya.
Para pekerja yang berangkat ke Kalimantan itu umumnya berasal dari Desa Walanta-kan, Noongan, Toraget dan Tumaratas.
Royke Kereh, salah seorang tenaga kerja asal Noongan yang ikut ke Kalimantan dan harus kembali, menuturkan, ketika tiba di Kalimantan me-reka harus berjalan kaki se-jauh kurang lebih 40 kilome-ter untuk masuk ke lokasi kerja yang dijanjikan. Sesam-painya di tengah hutan terse-but, ternyata tidak ada peker-jaan yang dijanjikan itu. Me-reka bahkan harus menahan lapar dan dahaga. Dan kare-na merasa tertipu, mereka akhirnya memutuskan untuk pulang. “Karena sudah tidak punya uang, kami terpaksa meminta keluarga kami un-tuk mengirimkan uang. Pada-hal waktu kami berangkat harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk biaya perjalanan,”
ujarnya.(jef
|
|