|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Opini Redaksi dan Pembaca |
14 April 2008
|
|
Cermin dan Topeng
Imajinasi Manado Kota Pariwisata Dunia(2)
Oleh: Drevy D Malalantang SSi SE MPd
|
Jujur saja Kota Manado sebenarnya sangat miskin objek dan daya tarik wisatanya, kecuali Taman Laut Bunaken yang memang masih menjadi primadona wisata saat ini kini, itupun mulai kalah pamor dengan kawasan Raja Ampa di kepulauan yang ada di Papua . Kalau mau jujur juga, objek wisata Kota Manado kurang memiliki daya tarik seperti halnya Yogyakarta, Bandung, Bali, dan kota-kota lain di Indonesia.
Oleh: Drevy D Malalantang SSi SE MPd
Cermin dan Topeng
Imajinasi Manado Kota Pariwisata Dunia(1)
Jujur saja Kota Manado sebenarnya sangat miskin objek dan daya tarik wisatanya, kecuali Taman Laut Bunaken yang memang masih menjadi primadona wisata saat ini kini, itupun mulai kalah pamor dengan kawasan Raja Ampa di kepulauan yang ada di Papua . Kalau mau jujur juga, objek wisata Kota Manado kurang memiliki daya tarik seperti halnya Yogyakarta, Bandung, Bali, dan kota-kota lain di Indonesia.
Dengan objek dan atraksi wisa-ta yang dimiliki Manado saat ini selain wisatawan yang datang untuk “berbisnis” maka Manado tidak lebih dari sebuah tempat transit bagi wisatawan dengan tujuan di kabupaten kota lain di Sulawesi Utara seperti Minaha-sa, Bitung, Sangihe dan Talaud yang kaya akan sejarah, kebu-dayaan dan keindahan alam ser-ta keunikan flora dan faunanya, bahkan Manado sebagai transit Gorontalo, Maluku dan Papua.
Banyak wisatawan asing yang datang ke Manado dengan ber-maksud menikmati keindahan alam termasuk keindahan pano-rama alam bawah laut, selain Bunaken hanya menjadikan Manado kota transit saja, begitu turis turun di bandara Sam Ra-tulangi, mereka langsung dijem-put oleh masing-masing petugas hotel atau resort untuk di trans-fer ke pulau Gangga, pulau Lem-beh, Kota Bitung, Minahasa Uta-ra bahkan Kota Tomohon. De-mikian juga saat turis kembali, mereka cuma diajak keliling se-bentar melihat Kota Manado, dan langsung ke airport untuk terbang keluar Manado. Namun di balik itu semua ada potensi yang perlu harus dikembangkan dan setiap saat bisa dipoles da-lam rangka menciptakan ke-unikan dan daya tarik bagi turis.
Manado punya kemiripan de-ngan Bali. Misalnya kalau di Bali di mana-mana ada pura, di Ma-nado di mana-mana ada gereja dan mesjid. Tanpa kita sadari ini adalah suatu keunikan juga yang dimiliki Manado. Manado punya kemiripan dengan Ban-dung dengan kota tuanya, dan dataran tinggi Tomohon yang mi-rip dengan kawasan Lembang atau Kintamani. Dan masih ba-nyak lagi, namun Manado ada-lah Manado cuma bagaimana seandainya ada upaya-upaya untuk memoles sedikit, supaya roh pariwisatanya sedikit terasa. Lantas bagaimana Manado ha-rus menjadi Kota Pariwisata Du-nia dengan objek dan atraksi wi-sata yang pas-pasan, dengan konsep dan program MKPD 2010 yang “mungkin” sudah di-rancang oleh pemkot tapi belum banyak diketahui masyarakat Kota Manado, satu imajinasi yai-tu dengan sedikit bercermin dan bertopeng !
Kampung cina jadi serupa Jalan Braga
Pernahkah melancong ke Ban-dung ? Jalan Braga adalah nama sebuah jalan utama di Bandung. Nama jalan ini terkenal sejak masa Hindia Belanda. Sampai saat ini nama tersebut tetap di-pertahankan sebagai salah satu maskot dan objek wisata Kota Bandung yang dulu dikenal se-bagai Parijs van Java.(bersambung)
|
|