CLOSE PAGE : PRINT NEWS

 

 

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Minut
Minahasa Selatan
Minahasa Tenggara
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)
 

  

Berita Kota Tomohon dan Sekitarnya

14 April 2008

Disayangkan sejumlah aktivis
Goni: Ancaman Demo dari Guru tak Ditunggangi!

 

 IKUTI BERITA LAIN

Harga Semen dan Barito Menggila

Soal kasus TGR DPRD Tomohon
AMAK Setuju, TCW Minta Tidak Pilih Kasih

Lintas Berita Tomohon

Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Kota Tomohon, Fentje Goni SH menegaskan, ancaman aksi demo yang akan dilakukan para oemar bakri (guru) terkait pernyataan Fraksi PDIP DPRD Kota Tomohon bahwa 50 persen siswa tidak mencapai standard kelulusan Pra-Ujian Akhir Sekolah (UAS), murni merupakan sikap dari para guru sendiri atau tidak ditunggangi pihak manapun.

“Dinas Diknas tidak me-nunggangi mereka (para guru, red). Kalau mereka menyata-kan akan melakukan demo, itu sikap mereka. Memang me-reka telah bertemu saya dan menyatakan kekecewaan de-ngan apa yang disampaikan FPDI-P soal hasil Pra-UAS. Semuanya telah saya jelaskan secara baik-baik tapi kenya-taannya mereka menyatakan akan melakukan demo,” tukas Goni ketika dihubungi melalui ponsel, Minggu kemarin.
Sebelumnya, salah satu per-sonel fraksi partai berlambang banteng moncong putih terse-but, Ir JWT Lengkey mengata-kan tak ada yang salah dari pemandangan umum FPDI-P mengenai pelaksanaan Pra- UAS. Pihaknya siap menerima jika ada demo asalkan tidak di-tunggangi, mengingat F-PDIP mengemban aspirasi dan pe-nyambung lidah masyarakat. 
Pada bagian lain, kalangan ak-tivis menilai kecurigaan F-PDIP DPRD Tomohon terhadap anca-man aksi demo para guru ku-rang mencerminkan wakil rak-yat yang sesungguhnya. Con-tohnya seperti dikatakan Wandy Wewengkang dan Fanny Lontoh.
Menurutnya hal tersebut sah-sah saja, namun persoalannya kecurigaan tersebut kurang memberikan pembelajaran po-litik yang baik bagi masyara-kat, khususnya para guru. “Le-gislator memang bertugas me-nyerap aspirasi masyarakat Kota Tomohon, asal objektif ,” ungkap keduanya.
Bagi keduanya, sekalipun pandangan dan sikap personel F-PDIP merupakan hak sebagai anggota DPRD, namun keliru jika disertai kecurigaan. Kare-na itu keduanya mengusulkan agar masing-masing pihak ter-buka dan membangun dialog untuk mencari jalan. Karena ini demi masa depan generasi muda Tomohon.(jok/imo)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin