|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
15 April 2008
|
|
Soal temuan BPK di Bolmong
Kadiskes-Manajemen Persibom tak Mengelak
|
Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Bolmong, dr Syarifudin Mokoginta tak bisa mengelak ketika disodorkan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengenai sejumlah kejanggalan dalam pengadaan alat kesehatan dan obat-obatan di instansinya, pada tahun anggaran 2007. Namun bersamaan dengan pe-ngakuan itu, ia mengatakan pihaknya sudah memenuhi
rekomendasi BPK yang di-sampaikan usai pemeriksaan bulan lalu.
Menurut Mokoginta yang ditemui kemarin (14/04) siang, kemahalan Rp 9,7 juta pada pengadaan vaksin, sudah di-sampaikan BPK usai melaku-kan pemeriksaan. BPK pun me-rekomendasikan agar selisih kemahalan tadi harus dibelan-jakan vaksin serupa. “Selisih itu akan digunakan untuk pe-ngadaan vaksin serupa pada tahun ini,” ujarnya singkat.
Sedangkan mengenai klaim tentang kegagalan meng-adakan mobil puskesmas ke-liling (pusling) dengan ang-garan Rp 717,3 juta, Moko-ginta beralasan kegiatan itu terpaksa tidak bisa jalan ka-rena hanya ada dua perusa-haan yang mendaftar. Pada-hal aturannya minimal harus tiga perusahaan. Dari pada me-nabrak aturan, lanjut dia, pihaknya memutuskan untuk tidak melaksanakan kegiatan tersebut, dan menundanya sampai tahun ini. Di mana dananya akan dianggarkan lagi pada APBN Perubahan 2008.
“Kalau mengenai denda Rp 37,8 juta atas keterlambatan penyelesaian pengadaan alat kesehatan, itu sudah dise-lesaikan oleh perusahaan pelaksana pekerjaan. Mereka sudah menyetornya ke kas negara lewat bank, kuitansi-nya sudah diberikan juga ke-pada kami,” imbuhnya.
Sementara soal pertang-gungjawaban dana untuk Per-sibom sebesar Rp 875 juta, Manajer Persibom lewat Ben-daharanya, Suryono, juga tak mengelak. Namun dijelaskan-nya, rekomendasi BPK itu su-dah disampaikan juga kepada mereka saat pemeriksaan Maret lalu. Sekarang, semua administrasi yang diminta itu sudah dipenuhi pihak mana-jemen.(tus)
|
|