HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

15 April 2008

Ikan Purba Manado Disambut Warga Jepang


Ikan purba ‘Raja Laut’ asal Manado (Latimeria Menadoensis) yang berusia 35 juta tahun dan dikenal dengan nama sebutan ‘Raja Laut’ (Coelacanth), dipamerkan kepada publik Jepang di Aquamarine Fukushima, selama dua hari sejak Sabtu (12/04) lalu. Warga Negeri Sakura itu pun menyambut antusias keberadaan ikan purba yang ditemukan di perairan Manado. 
Menurut Direktur Eksekutif Aquamarina Fukushima, Yoshotaka Abe, pihaknya memin-jam ikan yang berasal dari perairan di Teluk Manado, Sulawesi Utara, untuk melengkapi sementara koleksi yang ada dan memberikan pengeta-huan kepada masyarakat Jepang mengenai kekayaan alam dan ikan di laut.
Selain itu, kata Abe, pame-ran mengenai ikan Raja Laut itu juga bertepatan dengan pe-ringatan 50 tahun hubungan Indonesia-Jepang, sehingga melalui pameran keilmuan dan rekreasi ini bisa diperkenal-kan mengenai Indonesia dan kekayaan alamnya yang luar biasa. “Ini tentu saja amat menarik masyarakat Jepang yang juga merupakan negara kelautan,” katanya.
Pengunjung yang datang ke kompleks bernama resmi Fukushima Ocean Scientific Museum itu, terlihat antusias menyaksikan ikan purba yang berusia 35 juta tahun terse-but. Meski pun tidak lagi da-lam keadaan hidup, ikan de-ngan nama latimeria mena-doensis itu tetap banyak me-narik minat orang sehingga berdesak-desakan hanya untuk menyaksikan jasad ikan purba yang amat langka tersebut.
Coelacanth pertama kali ditemukan di Manado oleh Marks Erdmann, seorang biolog kelautan Universitas California. Dia tak menyang-ka akan menemukan ikan purba ini di pasar tradisional pada tahun 1997. Dari potret yang dikirim Erdmann, dunia kembali gempar. Ikan yang disebut penduduk lokal se-bagai ‘Raja Ikan’ itu, ternyata subspesies lain dari coela-canth. Ini adalah temuan baru dalam zoologi.
Erdmann kemudian mela-kukan perjalanan ilmiah di perairan Sulawesi untuk menyelidiki jenis ikan yang kemudian diberi nama Lati-meria menadoensis pada ta-hun 1999. Coelacanth per-airan Sulawesi Indonesia, berbeda dengan Coelacanth Afrika dan Komoro. Jika di perairan ‘Benua Hitam’ sisik ikan itu berwarna biru, yang di Indonesia berwarna lebih cokelat berkilau.
Menariknya, ekspedisi yang dilakukan Aquamarine Fuku-shima dan Pusat Penelitian Oseanografi LIPI berhasil menemukan coelacanth hidup di perairan Sulawesi. Lima ekor coelacanth terekam da-lam wahana kamera bawah air. Ini adalah temuan kelima kalinya di Indonesia. Dan yang menghebohkan terakhir ketika warga Manado kembali memancing seekor coela-canth, yang sempat hidup be-berapa saat sebelum kemu-dian akhirnya mati.(mdc/rik)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin