|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Kota Bitung dan Sekitarnya |
15 April 2008
|
|
|
SD Inpres 6/84 Disegel Warga
|
Di tengah Persiapan Ujian Sekolah dan Ujian Akhir siswa kelas VI SD Inpres 6/84, orangtua murid serta stakeholder sekolah ini melakukan penyegelan terhadap kantor sekolah sehingga menyebabkan aktivitas kegiatan belajar mengajar di sekolah ini terbengkalai. Hal ini dipicu oleh ketidak percayaan orangtua murid terhadap Kepala SD Inpres ini.
Berdasarkan pantauan war-tawan (14/4) kemarin sekolah yang berada di Kelurahan Bi-tung Tengah, Kecamatan Mae-sa tersebut telah dipenuhi de-ngan spanduk dari kertas kar-ton. Pun demikian dengan pin-tu dan bangunannya terlihat telah dicorat-coret dari orang-tua siswa yang tak puas de-ngan pimpinan sekolah ini yang diduga telah menyalah-gunakan dana Lantainisasi.
Tak hanya itu, mereka me-minta SK Walikota mengenai penetapan kepala sekolah HK dicabut,”Kami minta walikota cabut SK penugasan HK seba-gai kepala sekolah,” jelas Rosa Liansenda.
Selain adanya aksi demo yang dilakukan para orangtua murid ini, siswa-siswa pun di-tarik dari kelas. Bahkan me-nurut Liasenda, jika pemkot belum menarik kepala seko-lah, sampai kapan pun orang-tua tidak akan meyekolahkan anak-anak di SD Inpres 6/84. Ironisnya, sang kepsek tidak berada di tempat, sehingga upaya konfirmasi hanya di lakukan kepada Wakil Kepala Sekolah SD Inpres 6/84, yang ditemui di sekolah menjelas-kan kalau pihaknya telah ber-usaha menahan murid yang ada di kelas tapi orangtua murid tetap menarik anaknya dari kelas.
Walikota Bitung Hanny Son-dakh yang dimintai keterang-an mengenai masalah ini me-mintakan sekiranya stakehol-der sekolah dapat bersabar dan dapat menyelesaikan ka-sus ini dengan kepala dingin. ”Masalah ini bisa di selesai-kan secara kekeluargaan dan dari laporan yang saya terima ternyata telah dapat disele-saikan,” jelas Sondakh.(ipa)
|
|