|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Ekonomi dan Bisnis |
15 April 2008
|
|
Hilton Sinambela terpilih Ketua Apabas
Asosiasi Peternak Babi Pertama di Sulut Terbentuk
|
Asosiasi Peternak Babi Sonder (Apabas) akhirnya ter-bentuk dan telah memilih pengurus yang baru, Sabtu (12/04) lalu. Asosiasi Peternak Babi ini merupakan yang per-tama di Sulut. Dalam rapat perdananya, telah memilih pengurus yang baru dan terpilih sebagai ketuanya, Hilton Sinambela.
Susunan lengkap pengurus tersebut, terdiri dari, Penasi-hat: Frans Kaunang, Daniel Turangan, Frits Keintjem, Jan Turangan, Hengky Tinangon, Julien Najoan; Badan Penga-was: Sammy Mamoto dan Alexander Pangkey; Ketua Hil-ton Sinambela, Wakil Ketua Frans Roring, Sekretaris Nokti Pua, Wakil Sekretaris George Wungow, Bendahara Hendri Roring SE, Wakil Bendahara Ny SMF Ruus Laoh, Pengawas Kesehatan Drs Agus Budhiar-so dan Hendry Roring, Koordi-nator Umum, Johnly Mandang dan Fanny Sepang.
Menurut Hilton Sinambela, terbentuknya Apabas bisa menjadi cikal bakal Asosiasi Peternak Babi Sulut. Hal ini memungkinkan untuk diben-tuk tingkat propinsi, karena di beberapa daerah lainnya di kabupaten/kota di Sulut juga banyak peternak babi.
“Kami sudah menerima ta-waran dari peternak babi yang ada di Amurang dan Ka-wangkoan untuk bergabung di Apabas. Begitu juga peter-nak babi lainnya, seperti di Tomohon, Langowan dan tempat-tempat lainnya bisa bergabung dan akhirnya Apa-bas bukan lagi Asosiasi Peter-nak Babi Sonder, tapi akan menjadi Asosiasi Peternak Babi Sulut,” ujar Sinambela yang juga sedang merintis usaha di bidang pengem-bangan biodiesel dari pohon jarak.
Ditambahkannya, dengan adanya asosiasi ini berarti membantu masyarakat Sulut. Karena asosiasi ini bisa meng-atur harga daging babi yang dapat dijangkau masyarakat luas. Selain itu untuk pening-katan gizi masyarakat. Seperti saat ini, harga babi yang men-capai Rp 30 ribu per kilogram, lewat asosiasi bisa menjadi Rp 25 ribu per kilogram. “Dan pada suatu saat nanti, untuk menjual daging babi di toko swalayan harus ada label dari asosiasi. Karena daging babi yang di-keluarkan oleh asosiasi sudah harus melalui uji gizi dan ke-sehatan,” tambahnya lagi.(jef)
|
|