CLOSE PAGE : PRINT NEWS

 

 

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Minut
Minahasa Selatan
Minahasa Tenggara
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

 

 
Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)
 

  

Berita Opini Redaksi dan Pembaca 

15 April 2008

BIMP-EAGA: Realitas Kawasan Ekonomi yang Terabaikan Konflik Perbatasan di Wilayah Perairan NKRI 
Archipelagic State: Tantangan dan Perubahan Maritim(1)

 IKUTI BERITA LAIN

Cermin dan Topeng(3)
Oleh: Drevy Malalantang SSi SE MPd
Menanti Tindak Lanjut Temuan BPK
Supremasi Hukum Harus Ditegakkan


Praktik penyatuan hubungan kawasan ekonomi (regionalisme) di Asia Tenggara adalah menjadi dasar bagi terbentuknya Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) pada tahun 1994. Sebelumnya juga, telah ada kerjasama subregional Indonesia-Malaysia-Thailand (IMT-Growth Area dan Greater Mekong Subregion (GMS). Tulisan ini difokuskan pada hubungan kerjasama ekonomi BIMP-EAGA ditinjau dari realitas kawasan ekonomi di Sulawesi Utara dengan rentangan permasalahannya sejak pembentukan dan eksistensinya hingga saat ini.
Oleh: Steven Y Pailah
Eksistensi BIMP-EAGA
Sejak pembentukannya di ta-hun 1994, kerjasama ekonomi BIMP-EAGA menjadikan suatu pendorong bagi setiap negara di kawasan untuk meningkatkan kesejahteraan terutama di bidang perekonomian dan transportasi. Akan tetapi, baru dua tahun kerjasama ini ber-jalan terjadi krisis moneter yang melanda sebagian kawasan Asia termasuk negara-negara BIPM-EAGA. 
Akhirnya, keberhasilan yang signifikan dalam hal transpor-tasi saat itu harus diakhiri se-mentara karena konsentrasi pe-merintah ditujukan pada pe-mulihan ekonomi akibat krisis moneter.
Pada perkembangannya, dia-dakan rapat pimpinan negara BIMP-EAGA di Bali tahun 2003 dan memutuskan untuk mem-fokuskan kerjasama regional di bidang pariwisata, transportasi dan agriindustri. Eksistensi BIMP-EAGA tak terlepas dari dorongan Asian Development Bank yang sejak pembentukan-nya mencoba untuk memfasili-tasi strategi pembangunan ka-wasan dengan menyusun mas-ter plan-nya. 
Hal ini ditambah juga dengan bantuan teknis untuk memper-baharui arah kerjasama dengan konsep ASEAN yang terkait yak-ni Initiative for ASEAN Integration.
Perlu diketahui bahwa konsep pengembangan kerjasama ka-wasan BIMP-EAGA saat ini te-lah diadakan studi dan kajian yang dilakukan oleh Tim Kon-sultan yang dibentuk oleh ALMEC Coorporation bekerja-sama dengan PT Saka Adhi Prada dan Sekretariat Jenderal Departemen Perhubungan se-bagai Institusi Pelaksana. Hasil studi adalah berupa cetak biru dan rencana tindak untuk pe-ngembangan sektor transporta-si subregional guna memperce-pat kerjasama, mengurangi ke-miskinan, serta mendorong per-damaian dan keamanan.
Adapun bagian wilayah di In-donesia yang termasuk pro-gram untuk kerjasama ekono-mi regional BIMP-EAGA ter-masuk 12 propinsi yakni Kali-mantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku dan Papua. Berdasarkan pengamatan di atas, maka eksistensi BIMP-EAGA akan diarahkan pada pengembangan fasilitas dan kebutuhan kerjasama yang pada tahapan rencana kerja-nya bertumpu pada pengemba-ngan 3 sektor di atas yakni tran-sportasi, pariwisata dan agri-bisnis.
Pendekatan Sektoral Berbasis
Jika pengembangan kerjasa-ma ekonomi regional BIMP-EAGA untuk mendorong perce-patan pembangunan dan kese-jahteraan di kawasan, kebutu-han mendasar adalah pendeka-tan sektoral berbasis yang lebih melekat pada usaha untuk meningkatkan produksi perta-nian dan perkebunan serta di-hasilkan oleh penduduk di ka-wasan zona BIMP-EAGA terse-but. Peningkatan produksi bagi usaha pertanian memer-lukan ekstensifikasi dan intensifikasi, sehingga dapat memenuhi cakupan permin-taan pasar regional dan me-nambah pendapatan secara nasional.(bersambung)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin