|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
16 April 2008
|
|
Berlusconi Cetak Hattrick PM Italia
|
Klub sepakbola AC Milan bo-leh tidak mendapatkan gelar tahun ini, namun sang presi-dennya, Silvio Berlusconi mampu menuai gelar gemi-lang, setelah memenangkan pemilu parlementer di Italia, Senin (14/04). Kemenangan ini menempatkan miliuner tersebut untuk menduduki ja-batan Perdana Menteri (PM) Italia yang ketiga kalinya alias hattrick. Kemenangan dalam Pemilu Parlementer Italia yang digelar Minggu dan Se-nin, menandai kembalinya Berlusconi yang kini berusia 71 tahun ke puncak kekua-saan secara gemilang.
Keberhasilan Berlusconi se-kaligus membalas kekalahan yang dia terima dua tahun la-lu dari tangan kubu kiri te-ngah, sehingga membuat dia tergusur dari kursi perdana menteri. “Saya tergerak, saya merasa punya tanggung ja-wab sangat besar,” ungkap Berlusconi dalam pernyataan yang disampaikan per telepon kepada RAI, sebuah televisi publik.
Berlusconi, yang juga se-orang raja media massa, hingga kemarin masih belum tampil di depan publik. Dia menerima hasil-hasil pemilu parlementer dari vilanya di luar Kota Milan. Kemenangan tersebut membuktikan betapa panjang usia karir politik politisi konservatif itu. Se-demikian panjang karir politik Berlusconi sehingga Bild, surat kabar Jerman yang ber-sirkulasi sangat besar, mem-bandingkan ia setara dengan sebuah karakter yang tidak pernah tamat riwayatnya dalam film-film ‘Highlander’.
Pemilu parlementer pekan ini adalah kampanye nasional berturut-turut Berlusconi yang kelima sejak 1994, keti-ka dia mulai menginjakkan kaki ke kancah perpolitikan dari yang semula hanya ber-kutat di kerajaan medianya dan ini diperkirakan bernilai US$ 9,4 miliar. Berlusconi berhasil mengatasi tanta-ngan-tantangan terhadap ke-pemimpinannya yang dilon-tarkan sekutu-sekutu konser-vatifnya, serta selamat dari per-sidangan-persidangan yang mengadili perkara kriminal serta tuduhan terjadinya kon-flik kepentingan selama dia menjabat sebagai PM Italia periode-periode sebelumnya.
Pada masa jabatan yang ter-akhir, Berlusconi berhasil mencatat rekor karena mam-pu menjalankan pemerinta-han selama lima tahun, sebelum kekalahan akhirnya dia alami pada 2006. Pada periode terse-but, Berlusconi membuat kesa-lahan-kesalahan internasional serta keputusan-keputusan ti-dak populer, seperti mengirim-kan 3.000 tentara ke Irak tanpa memperdulikan protes ribuan warga Italia yang memadati ja-lan-jalan di seantero negara ter-sebut. Pasukan Italia akhirnya ditarik menyusul memanasnya gelombang protes antiperang Irak.(spc/afp)
|
|