|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
17 April 2008
|
|
Kejati Diminta Terbuka Soal Kasus yang Ditangani
|
Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulut didesak segera menun-taskan kasus-kasus korupsi yang mengendap, dan bersi-kap terbuka (transparan) ke-pada publik, atas berbagai ka-sus yang sedang ditangani-nya. Harapan ini disampaikan Sulut Corruption Watch (SCW) lewat ketua litbangnya, Harold Lumempouw SH kepa-da koran ini, kemarin (16/04).
SCW pun menilai, kasus-kasus lama yang ditangani kejaksaan, sampai sekarang masih banyak yang mengen-dap, dan tidak dijelaskan ke-pada publik ending-nya seperti apa. Nah terkait kasus lama ini, SCW melihat akan men-jadi kendala Kejati dalam me-nangani seabrek kasus baru yang muncul. ‘’Jangankan da-pat kasus baru, kasus lama saja sepertinya didiamkan,’’ ungkap Lumempouw yang mengingatkan lagi warning Jaksa Agung, untuk menco-pot Kajati atau Kajari yang malas mengungkapkan kasus korupsi sesuai target.
Koordinator SCW, Deswert Zougira menambahkan, da-lam catatan mereka, ada se-jumlah kasus di kejati yang mengendap dan tidak diketa-hui ending-nya bagaimana. Padahal masyarakat perlu ta-hu sejauh mana kasus terse-but, apakah sudah dilimpah-kan atau tidak diteruskan. Di antaranya soal MBH, Dana Terminasi (Pengungsi) SPPD fiktif, Dana Asmara, PLN, du-gaan penyimpangan KPU dan beberapa proyek PU dan seba-gainya. “Kami mengharapkan agar kasus ini secepatnya dituntaskan,” pinta Zougira. Disamping itu mengenai isu Makelar Kasus (Markus), Zou-gira meminta agar pihak ke-jaksaan tidak melakukannya. Dia mengharapkan, seluruh jajaran kejaksaan bisa me-miliki komitmen yang pasti dalam menindak pihaknya yang terbukti bersalah atau melakukan markus.
Sementara itu, pihak Kejak-saan Tinggi (Kejati) Sulut rupa-nya tak habis-habisnya menu-tup mulut terhadap informasi untuk pers. Terbukti ketika war-tawan koran ini menanyakan ada berapa banyak kasus yang ditangani pihak Kejati dan sam-pai di mana proses penanga-nannya, Kasi Penkum dan Hu-mas Kejati Sulut, Reinhard Tolo-liu SH belum mau berkomentar banyak. “Nanti saja yah kita ba-has lagi,” ucap Tololiu singkat saat menjawab koran ini.(uly)
Beberapa kasus
yang belum tuntas:
- MBH-gate
- Dugaan Penyimpangan Dana Ter-minasi (Pengungsi)
- SPPD fiktif
- Asmara-gate (dana aspirasi ma-syarakat)
- Dugaan mark-up flowmeter PLN
- Dugaan penyimpangan KPU Sulut
- Dugaan penyimpangan proyek di PU
Sumber: SCW Sulut
|
|