|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Ekonomi dan Bisnis |
17 April 2008
|
|
Pelabuhan Feri di Amurang
Bakal Pacu Perekonomian Minsel
|
Pembangunan pelabuhan kapal feri di Amurang bakal memacu perekonomian di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). Namun penyelesaian pembangunan pelabuhan feri tersebut, kini masih dalam tahap penyelesaian.
Direktur Perusahaan Daerah (PD) Cita Waya Esa Minahasa Selatan, Veldi Umbas SE kepada harian ini, Selasa (15/04) di Ma-nado, mengungkapkan, pemba-ngunan pelabuhan feri itu se-penuhnya ditangani Departemen Perhubungan Pusat. “Karena itu, cepat tidaknya penyelesaian pembangunannya tergantung dari pusat. Anggarannya berasal dari APBN,” jelas Umbas.
Sebagaimana diketahui, pem-bangunan pelabuhan feri di Desa Mobongo, Kecamatan Amurang Barat tersebut, su-dah dimulai Juni 2007 lalu yang ditandai dengan pemasa-ngan tiang pancang.
Masih belum selesainya pem-bangunan pelabuhan feri ter-sebut memang sempat menda-pat kritikan dari masyarakat, Berhubung sampai saat ini pe-labuhan yang didanai APBN se-nilai Rp 5 miliar tersebut masih juga belum rampung.
Menanggapi masalah ini, Vel-di Umbas mengatakan, agar masyarakat Minsel dapat ber-sabar, berhubung cepat tidak-nya pembangunan itu tergan-tung pemerintah pusat. “Pem-da Minsel tentu berkeinginan agar pelabuhan itu cepat sele-sai. Karena secara ekonomi akan menguntungkan masya-rakat,” tuturnya.
Dikatakannya, pelabuhan feri itu memang diharapkan dapat menghubungkan kabupaten/kota yang ada di Indonesia. Untuk awalnya direncanakan kapal feri yang akan diadakan nanti, menghubungkan antara Amurang-Toli-Toli dan Amu-rang-Balikpapan. “Sesuai in-formasi yang kami terima, un-tuk awalnya Departemen Per-hubungan akan memberikan dua buah kapal feri, di mana satunya sebagai hibah dan sa-tunya dibayar Pemda Minsel,” ujar Umbas.(jef)
|
|