|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Mimbar dan Keagamaan |
17 April 2008
|
|
Soal Bupati Minut
Toga: Jangan Perkeruh Suasana
|
Adanya berbagai dugaan mengenai Bupati Minut, Vonnie Panambunan yang dicungkil oknum tertentu agar cepat lengser dari kursi bupati, mendapat tanggapan serius dari Tokoh Agama (Toga) di Sulut. “Kami minta jangan mem-perkeruh suasana kehidupan masyarakat di Minut,” kata mereka.
Hal ter-sebut di-katakan Toga Kris-ten Pdt Lamberty Mandagi MTheol, dan Pdt Johan Manampiring STh, Rabu (16/04) kemarin. “Sebaiknya su-asana yang aman dan tenang di Minut jangan diusik dengan persoalan-persoalan yang belum tentu benar,” kata keduanya.
Sebagai umat Kristiani me-nurut Pdt Mandagi, sekiranya kita mengedepankan iman. Janganlah kita menduga-duga satu hal yang belum tentu benar keberadaannya.
Memang kalau dilihat dari segi politiknya saling baku cungkil untuk satu kepen-tingan itu ada, tetapi menurut Mandagi, sebaiknya sebagai umat Kristiani janganlah kita berbuat hal yang merugikan orang lain apalagi melakukan tuduhan yang tidak menda-sar. Sementara itu Pdt Johan Manampiring STh mengata-kan, dalam dunia saling cung-kil itu biasa, cuma apa benar hal tersebut. “Biarkan aparat yang menelusuri tentang cungkil-mencungkil, dan serahkan pada pemerintah siapa yang merasa dirugikan,” katanya.
Menurut dia, secara theologi memang pada dasarnya ma-nusia itu sudah berdosa, umumnya egois, suka me-nang sendiri dan suka ceplas-ceplos dengan pendapatnya tidak memandang merugikan atau tidak. “Dan inilah yang sudah alamiah dalam kehi-dupan umat manusia,” je-lasnya.
Secara iman Kristen me-nurut dia seperti yang ter-dapat dalam Roma 8:28 mengatakan “Allah turut be-kerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaik-an”. “Dalam kekurangan dan kelemahan manusia Allah pun ada di dalamnya,” ka-tanya.(lex)
|
|