|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Otonomi dan Suksesi |
17 April 2008
|
|
Pekan
depan Depdagri tinjau lapangan
Bolsel
dan Boltim Semakin Pasti
|
Usulan pemekaran Kabupa-ten Bolaang Timur (Boltim) dan Bolaang Selatan (Bolsel) yang telah diusulkan ke pusat sejak tahun 2004 lalu, penge-sahannya hampir pasti. Hal ini dapat dilihat dari proses tin-dak lanjut tim Depdagri yang pada Selasa (22/04) pekan de-pan bakal melakukan kunju-ngan lapangan.
Dikatakan Kepala Bagian Otonomi Daerah pada Biro Pe-merintahan dan Humas Set-daprop Sulut, Drs Ferdinand Polii, kunjungan ini akan dila-kukan oleh Dirjen Otda. “Kun-jungan ini merupakan salah satu persyaratan pembentuk-an daerah pemekaran. Seka-ligus juga untuk menentukan apakah kedua daerah ini layak atau tidak untuk dimekar-kan,” tukasnya kepada warta-wan, Rabu (16/04).
Proses yang harus dilewati bagi pemekaran sebuah dae-rah, memang cukup banyak. Tetapi khusus bagi Bolsel dan Boltim ini secara administrasi, dapat dikatakan cukup berun-tung, mengingat adanya pe-nyesuaian aturan baru, yang tertuang dalam PP Nomor 78 Tahun 2007 tentang Tata Cara Pembentukan, Penghapusan dan Penggabungan Daerah, yang agak rumit ketimbang PP Nomor 129 Tahun 2000 ten-tang Kriteria Pembentukan, Penggabungan dan Pengha-pusan Daerah.
“Sebenarnya usulan Bolsel dan Boltim itu dilakukan ber-samaan dengan Kota Kota-mobagu dan Bolmut, yakni pada tahun 2004. Tetapi sesu-ai persyaratan, pemekaran satu daerah tidak dapat dila-kukan secara bersamaan, atau sekaligus empat daerah. Tetapi beruntung dari segi ad-ministratif kedua daerah pe-mekaran ini tidak diperhadap-kan pada masalah berarti. De-mikian juga dengan SK duku-ngan dana dari gubernur yang telah diusulkan ke Komisi II dan Depdagri,” terang Polii.
Menariknya, dengan adanya pemekaran dua wilayah yang kian dekat, di lingkup Pemprop Sulut mulai muncul isu-isu nama sejumlah penjabat yang bakal dipersiapkan untuk me-ngisi kepemimpinan di dua daerah tersebut, yakni Asisten I Drs Arudji Mongilong dan Kepala Biro Pemerintahan dan Humas Drs Roy Tumiwa MPd.
Ketika hal ini dikonfirma-sikan pada Sekretaris Daerah Pemprop Sulut Drs Robby Ma-muaja, dikatakan bahwa pe-luang untuk itu memang ada. Pertimbangannya, kedua pe-jabat ini memiliki potensi serta wawasan yang memadai un-tuk memimpin daerah baru.(eda)
|
|