|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Talaud,
Sitaro, Sagihe |
17 April 2008
|
|
Sampah Kotori Teluk Tahuna
|
Larangan buang sampah sembarangan yang diberlakukan setahun terakhir ini oleh sejumah kelurahan tidak cukup untuk menjaga kebersihan teluk Tahuna. Terpantau koran ini, begitu banyaknya tumpukan sampah yang mengotori Teluk Tahuna sehingga merusak pemandangan.
“Memang torang pe teluk Tahuna so lebe caparuni,” tutur warga Bungalawang, Mesakh Sumenda. Dia pun merasa terganggu dengan kekotoran ini, karena hampir saban hari turun ke teluk untuk menyalurkan hobinya yakni memancing dan berenang. Untuk itu, dia mengimbau agar Pemkab Sangihe harus mengeluarkan ultimatum lebih tegas lagi, mengingat larangan yang dikeluarkan setahun terakhir ini hanya diabaikan masyarakat. “Ini perlu disiasati lebih matang, sebelum teluk yang jadi wajah depan kota Tahuna rusak berantakan,” saran putra asli Sitaro ini yang sangat mengidolakan Marthinus Manoi.
RAWA TONA
Sementara itu, keberadaan rawa Tona yang hingga kini terus menyedot anggaran pemerintah, terus disorot. Bukan apa-apa, sebab keberadaan rawa ini yang sudah belasan tahun ‘tabiar’ tak jelas pemanfaatannya.
“Nda tau rawa yang tiap tahunnya ada pembangunan, mau digunakan untuk apa,” tukas sejumlah warga di sekitar rawa. Riddi Manikoe dari unsur pemuda Sangihe, juga mempertanyakan floting dana ke kawasan itu manfaatnya untuk apa. “Kita ley heran, ada pembangunan tiap tahun, namun terkesan mubasir,” timpal Manikoe sembari meminta agar penataan kawasan ini harus diperjelas.(med)
|
|