HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

18 April 2008

Imba: Itu Bukan Ukuran Kegagalan JK 


Hembusan munaslub me-lengserkan Jusuf Kalla (JK) sebagai Ketua Umum Golkar karena kegagalan dalam se-jumlah pilkada, tidak mem-buat Ketua DPD Partai Golkar Sulut, Jimmy Rimba Rogi (Im-ba) bergeming untuk memberi dukungan penuh terhadap JK. 
Imba kepada Komentar via ponsel, Kamis (17/04) malam me-negaskan, kekalahan yang di-alami calon Golkar di Pemili-han Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur Jawa Barat mau pun yang terakhir di Sumatera Utara, bukan menjadi ukuran kegagalan JK dalam memim-pin parpol terbesar di Indone-sia. 
Menurut Imba yang juga Wa-likota Manado itu, tidak ada alasan untuk menggelar Mu-syawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) terkait kekalahan di pilkada tesebut. “Kalau sam-pai calon Partai Golkar kalah di pilkada, itu namanya kebo-dohan sendiri dan jangan ke-mudian menyalahkan Pak JK. Apalagi selama ini kami me-nganggap JK sukses dalam me-mimpin partai,” tukas politisi yang disebut-sebut memiliki hotline khusus dengan JK. 
Dikatakannya lagi, syarat untuk menggelar sebuah mu-naslub, jika ada dua per tiga Ketua DPD I yang meminta-kannya. 
Namun saat ini faktanya DPD masih solid dan mendukung sepenuhnya JK. “Kalau Akbar Tandjung yang menyatakan menggelar munaslub, dia tidak punya kapasitas untuk itu sesuai dengan aturan partai,” tambah Imba lagi. 
Dia bahkan menyatakan, se-sama kader Partai Golkar sebe-narnya harus melihat ke depan dan menatap pemilihan umum yang sudah semakin dekat dan tidak perlu mencetuskan mu-naslub yang hanya akan me-rugikan partai. Terkait dengan penyelenggaraan pilkada di empat daerah pemekaran plus Talaud, Imba menyatakan, pi-haknya memang berkeinginan memenangkannya sebagai bagian dari upaya memper-tahankan kebesaran nama partai. 
Karena itu dalam mengusung setiap calon top eksekutif, tidak asal-asalan. “Kita mengacu pada hasil survei yang dilak-sanakan lembaga independen. Bahkan dua lembaga survei saya combine (gabungkan) ha-silnya untuk menjaring calon yang betul-betul diinginkan masyarakat. Sehingga kalau memang dalam survei rakyat tidak memilih calon Partai Golkar, maka jangan me-maksakan diri untuk maju, itu bodoh sendiri namanya,” tegas-nya.(gra)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin