|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
18 April 2008
|
|
Jepang Jadikan Sulut Marine Center
|
Kunjungan Gubernur Sulut Drs SH Sarundajang ke Je-pang mengikuti simposium di Aquamarine Fukushima baru-baru ini, membawa peluang emas yang menguntungkan bagi pe-ngembangan penelitian kelaut-an daerah ini. Pasalnya, pe-merintah Jepang sepakat untuk menjalin kerjasama dengan menjadikan Sulut sebagai ma-rine center (Pusat penelitian/pendidikan kelautan).
Dikatakan Sarundajang, ke-sepakatan kerjasama ini, meru-pakan upaya dari pemerintah dan warga Negeri Sakura un-tuk mengetahui segala seluk-beluk dari ikan purba ‘Raja Laut’ asal Manado (Latimeria Me-nadoensis) yang telah berusia
35 juta tahun. “Coelacanth ini memiliki misteri, makanya untuk mengetahuinya lebih jauh, apa kandungan yang ada pada ikan ini, serta apa manfaatnya bagi manusia, mereka akan menjadikan Sulut sebagai marine center. Ini merupakan peluang yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya, khususnya bagi para ahli, peneliti dan mahasiswa (kita),” ungkap Sarundajang kepada wartawan, di VIP Bandara Sam Ratulangi Ma-nado, Kamis (17/04).
Dengan menjadikan Sulut sebagai tempat kajian kelau-tan, kata Sarundajang, meru-pakan momen yang luar biasa. Pasalnya, baik keuntungan maupun manfaatnya bukan saja dapat dilihat dari sisi penelitian semata, tetapi juga dari sisi tourism (kepariwi-sataan). Di mana Sulut akan makin dikenal dunia. “Yang pasti, ketika para peneliti Je-pang melakukan penelitian di daerah ini, Sulut akan men-dapatkan banyak manfaat, antara lain dari sisi tourism. Jadi akan banyak orang yang tertarik dan datang ke daerah kita,” terangnya seraya me-nambahkan bahwa World Ocean Conference (WOC) me-rupakan milik dunia, dan terkait iven ini, dukungan dari Jepang pun terus mengalir, bahkan mereka siap untuk turut menyukseskan.
Tak tanggung-tanggung, saking demikian besarnya rasa keigintahuan dari warga Je-pang, maka ikan purba yang telah ‘dimumi’ tersebut, untuk sementara waktu dipinjam Jepang, untuk diteliti, dan se-lanjutnya pada bulan Juni hingga Juli akan dibawa ke Sulut, dan rencananya ikan purba ini bakal di-display pa-da saat pelaksanaan WOC. “Ikan coelacanth yang dipin-jam Jepang ini, terutama un-tuk menunjang penelitian, se-kaligus juga sebagai penge-tahuan bagi masyarakat yang ada tentang kekayaan ikan dan biota laut,” ujarnya.
Sementara itu, Sarundajang juga mengatakan bahwa sebe-lum melakukan kunjungan ke Jepang, untuk melakukan promosi pelaksanaan WOC, dirinya secara khusus melaku-kan lawatan ke Hanoi, Viet-nam. Dan hasil dari kunju-ngan itu, terjadi kesepakatan di mana sekitar 150 peserta siap menghadiri pelaksanaan WOC 2009 mendatang. “Da-lam kunjungan ke Hanoi tepatnya dalam konferensi internasional yang membahas masalah laut, pesisir dan pan-tai tersebut, sudah ada 150 pe-serta yang akan hadir,” ujar-nya seraya menambahkan, selain kunjungan ke Hanoi, panitia nasional juga melaku-kan kunjungan lainnya, an-tara lain ke Norwegia yang di-lakukan Menteri Kelautan Freddy Numbery dan kunju-ngan ke Afrika oleh Indroyono.
INFRASTRUKTUR
Pada bagian lain, kekhawa-tiran sejumlah kalangan ter-kait lambannya pekerjaan proyek penunjang World Ocean Conference (WOC) 2009, yang diperkirakan tidak akan selesai sesuai dengan waktu yang ditetapkan, di-tanggapi optimis Gubernur Sarundajang. Dikatakannya, tidak ada alasan untuk pesimis atau pun tidak yakin bahwa infrastruktur yang dikerjakan akan molor, kendati pekerjaan terlihat masih sangat minim.
Seperti halnya pekerjaan pe-lebaran jalan Manado-Mapa-nget, di mana proses penge-rukan tanah baru sekitar beberapa meter. Demikian juga dengan convention hall yang sempat terhenti, pascapeme-rataan areal.
“Memang pekerjaan con-vention hall ini sempat meng-alami kendala pengiriman besi. Tetapi saya dengar informasi besi-besi yang dibutuhkan pengembang sudah tersedia. Dengan demikian pekerjaan proyek akan jalan sesuai yang diharapkan,” tukas gubernur.
Demikian juga halnya de-ngan pelebaran jalan Bandara Manado-Mapanget, kata Sa-rundajang, karena proses pembayaran ganti rugi tanah baru saja diselesaikan, maka pekerjaan baru akan dilaksa-nakan.
“Pelebaran jalan ini, pasti akan dikerjakan secepatnya. Saya sangat optimis, semua proyek penunjang WOC akan selesai tepat waktu,” katanya kembali.
Di sisi lain, Sarundajang juga mengatakan bahwa, berda-sarkan perkembangan terak-hir, seluruh pekerjaan proyek dalam posisi on schedule, hal ini menandakan bahwa persiap-an untuk pekerjaan lanjutan akan segera dilakukan. “Rata-rata pekerjaan proyek, dalam posisi on schedule (terjadwal). Untuk pelebaran jalan misal-nya, baru saja selesai tender. Dengan demikian, semuanya akan berjalan seperti yang te-lah direncanakan,” katanya bahwa pekerjaan akan dike-but, bahkan akan dikerjakan siang dan malam.(eda)
|
|