HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

19 April 2008

Pelaku penembakan ditangkap polri 
Presiden SBY Sesalkan Horta Bocorkan Pembicaraan Rahasia


Presiden Timor Leste, Jose Ramos Horta mengatakan, se-jumlah oknum di Indonesia ikut mendukung penembakan dirinya yang dilakukan oleh Mayor Alfredo dan kelompok-nya, Februari lalu. Bahkan Horta mengatakan, Presiden SBY telah memastikannya untuk menyelidiki keterliba-tan pihak RI dalam insiden tersebut. Namun dari Indone-sia, Presiden SBY memprotes keras sekaligus menyayang-kan dibeberkannya pembica-raan rahasia antara dirinya dengan Horta. SBY dalam keterangan pers tadi (18/04) malam, menyatakan bahwa tak sepantasnya pembicaraan ke-negaraan itu diungkap di pu-blik oleh Ramos Horta sendiri. 
“Apa yang kami bicarakan le-wat telepon secara pribadi tidak seharusnya disampaikan ke publik. Disayangkan, pembica-raan itu disampaikan ke publik,” kecam SBY. Bahkan, Presiden RI itu sendiri sudah mewanti-wanti para mente-rinya untuk tutup mulut dan jangan membuka informasi tersebut kepada media dan publik untuk menjaga hubu-ngan baik kedua negara. 
Tapi alangkah menyesalnya SBY setelah mengetahui bahwa Horta sendirilah yang meng-ungkap itu di depan media dan publik, Jumat siang kemarin. “Saya terperanjat atas pernya-taan Presiden Ramos Horta,” ucap Presiden SBY. 
SBY sendiri telah memerin-tahkan Kapolri Jenderal Su-tanto untuk menginvestigasi para pemberontak Timor Leste yang dikabarkan telah menye-berang ke wilayah perbatasan RI. Hasilnya pun sangat cepat. Sebab polri berhasil meringkus dan menahan tiga orang warga negara Timor Leste yang diduga sebagai pelaku penembakan terhadap Presiden Ramos Hor-ta dan PM Xanana Gusmao.
“Tadi malam atas kerjasama dan kerja kerasnya, polri telah berhasil menangkap dan me-nahan tiga warga Timor Leste. Ketiganya ditangkap dan dita-han berdasar arrest warrant yang dikeluarkan Kejaksaan Agung Timor Leste,” kata SBY.
Tiga orang tersebut adalah Egido Lay Carvalho, Jose Go-mes dan Ismail Sansao Monis Soarez yang merupakan ok-num anggota militer Timor Leste. Usai penembakan pada 11 Februari 2008 mereka me-lintasi perbatasan Indonesia se-cara ilegal. “Operasi penyeli-dikan dan interogasi saat ini sedang dilakukan oleh polri bekerjasama dengan Kejak-saam Timor Leste,” sambung SBY seraya menegaskan, bah-wa penembak Horta bukanlah WNI.(rkm/sbr/*)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin