|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
21 April 2008
|
|
Demo besar-besaran terjadi di Jakarta
Ahmadiyah di Bolmong Aman Jalankan Ibadah
|
Kalangan jemaat Ahmadiyah terancam, setelah mendapat-kan teror akan dibubarkan paksa oleh kelompok tertentu. Tak heran jika mereka me-minta perlindungan pihak ke-polisian. Namun begitu, ke-beradaan Ahmadiyah di Bol-mong, ternyata tidak merasa diancam. Bahkan mereka tetap merasa aman dalam men-jalankan ibadah, khususnya dalam sholat lima waktu.
Hal ini diakui seorang ang-gota Ahmadiyah di Kelurahan Motoboi Besar, Kecamatan Ko-tamobagu Timur, AM Binang-kal. Dihubungi tadi (20/04) malam, Binangkal yang juga dikenal sebagai Sekretaris Ke-lurahan Motoboi Besar meng-akui, pihaknya tidak pernah mendapatkan gangguan atau tekanan selama menjalankan ibadah. “Alhamdulillah, je-maat di sini aman-aman saja. Kita tetap sholat bersama de-ngan aman dan tenang,” aku-nya lagi.
Apa ada pengamanan dari aparat kepolisian Resort Bolmong? “Kami sendiri tidak tahu persis. Tapi seperti tadi siang, ada mobil patroli yang lewat. Mungkin itu datang memantau di sini,” jawabya, kemarin (20/04). Sementara ketika ditanya soal tang-gapan, bila nanti ada kepu-tusan pemerintah pusat un-tuk pembubaran dan pembe-kuan organisasi mereka, Binangkal mengaku sangat menghargai apa pun keputus-an pemerintah nanti. Namun ia tidak dalam posisi untuk mengatakan siap melaksana-kan keputusan tersebut. “Se-panjang itu dari pemerintah, kami tetap menghargainya,” ujarnya menjawab pertanya-an harian ini.
Sementara Lurah Motoboi Besar, Hardi Hamim mengata-kan, secara umum situasi di wilayahnya tetap aman. ‘’Ma-syarakat sangat kondusif, ba-gaimanapun juga mereka adalah saudara-saudara kita, sehingga sama-sama sangat menjunjung rasa kekeluar-gaan. Apalagi mereka juga tinggal menunggu keputusan pemerintah pusat, kalau me-mang dibubarkan organisasi itu, mau tidak mau harus di-laksanakan,” ujar Hardi Ha-mim bijak.
Dari Manado, Kakanwil De-pag Sulut, Drs Halil Domu MSi menyatakan persoalan aliran Ahmadiyah yang dianggap menyimpang dari ajaran Is-lam harus diserahkan sepe-nuhnya kepada proses hu-kum. “Jangan sekali-kali meng-gunakan kekerasan mengha-kimi diri sendiri terkait ben-tuk pelanggaran apa pun, apalagi hal itu berhubungan dengan kepercayaan,” tukas Domu menjawab koran ini, akhir pekan lalu.
Hal tersebut dikatakannya menanggapi sikap sekelom-pok umat Islam dari GKUII dan FPI yang menyatakan menghalalkan darah pengikut kelompok Ahmadiyah. Menu-rutnya, kalau sudah mengha-lalkan darah, berarti itu meng-arah kepada hal-hal keke-rasan yang tidak diinginkan.
Menurutnya, boleh saja orang setuju atau tidak setu-ju, tapi ikutlah aturannya. Diingatkannya dalam Islam tidak membolehkan bahkan melarang kekerasan. Dia juga meminta jangan ada penaf-siran kebijakan-kebijakan pusat menghalalkan segala cara tanpa ikut koridor hu-kum yang berlaku.
Diakuinya, di Sulut ada se-jumlah pengikut kelompok Ahmadiyah yang pimpinan-nya disebut mubaliq yang ber-tempat tinggal di Manado. Se-mentara pengikutnya banyak di Bolaang Mongondow di Kelurahan Motoboi Besar yang bahkan punya mesjid di sana. “Tapi syukur tidak ada laporan kekerasan dan saya yakin tidak akan seperti itu, karena tokoh masyarakat Su-lut taat aturan,” jelasnya.
Sedangkan Polda Sulut mengisyaratkan akan me-laksanakan pengamanan terhadap pengikut Ahmadi-yah terkait instruksi Mabes Polri.
“Pada intinya setiap aktivitas masyarakat yang tak melang-gar hukum atau memiliki da-sar hukum, tentu akan dijaga Polda,” kata Kabid Humas Pol-da Sulut, AKBP Benny Bella Minggu (20/04). Namun dia mengaku belum tahu secara detail di mana konsentrasi jamaah Ahmadiyah di Su-lut.(art/gra/tus)
|
|