|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
21 April 2008
|
|
Politisi PG-PDIP (Juga)
Protes Pemilu Minggu
|
Tidak hanya politisi dari Par-tai Damai Sejahtera (PDS) yang merasa keberatan atas pelak-sanaan Pemilu 5 April 2009 pada hari Minggu. Pasalnya, legislator Sulut dari F-PG dan F-PDIP, juga menyatakan re-sistensinya terhadap pen-coblosan yang bertepatan hari kebaktian mingguan bagi umat Kristen. “Sikap yang di-gariskan partai memang be-lum ada. Tapi secara pribadi dan selaku wakil rakyat, tentu jadwal pemilu yang jatuh pada hari Minggu, akan sa-ngat mengganggu ibadah umat Kristiani secara khusus. Begitupun jika pemilu digelar pada hari keagamaan umat ber-agama lainnya,” ujar Ketua F-PG DPRD Sulut, Victor Mai-langkay SH MH saat dimin-takan tanggapan harian ini, Minggu (20/04).
Mailangkay berpendapat, pe-laksanaan pemilu di hari Minggu atau pun hari keagamaan lain-nya, dipastikan akan menim-bulkan dampak negatif bagi suksesnya pemilu itu sendiri. Baik pemilu legislatif, pilkada maupun pilpres. “Ya, pasti ba-nyak yang akan golput. Dengan pemikiran, beribadah akan membawa berkat lebih ketim-bang mencoblos,” katanya.
Oleh karenanya, dia mende-sak agar KPU selaku lembaga yang berwenang melaksana-kan dan menentukan jadwal pemilu, mempertimbangkan kembali jadwal Pemilu Legis-latif ini. “Pemilu tidak harus dilaksanakan hari Minggu, karena hari pelaksanaan pe-milu adalah hari libur atau yang diliburkan. Jadi bisa sa-ja pemilu dilaksanakan hari Sabtu atau Senin, namun ha-ri itu diliburkan,” pintanya.
Senada disampaikan legis-lator Sario lainnya, Frangky D Wongkar SH. Menurut politisi dari F-PDIP ini, jadwal ter-sebut sebaiknya dipertim-bangkan KPU Pusat sebagai lembaga yang berwenang, mes-ki pun secara pribadi dia tetap menghormati keputusan ten-tang jadwal tersebut. “Sikap partai memang belum ada. Tapi menurut saya, jadwal ini akan mengganggu ibadah umat Kristen. Yah, sekiranya KPU mempertimbangkan jadwal ini, dengan merujuk berbagai as-pek seperti Pancasila khusus-nya sila Ketuhanan Yang Maha Esa, dan asas saling menghor-mati antarumat beragama,” pungkas Sekretaris DPD PDIP Sulut.(dav)
|
|