CLOSE PAGE : PRINT NEWS

 

 

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Minut
Minahasa Selatan
Minahasa Tenggara
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 (Hunting),
Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

   

 
Berita Ekonomi dan Bisnis  

21 April 2008

Harga Kertas Naik, Bisnis Media Cetak Terancam

 IKUTI BERITA LAIN

BTPN Tawarkan Depositio Kartini dengan Bunga 8-9,5 Persen

Lintas Berita EKonomi

 
Kenaikan harga kertas yang terjadi selama ini, membuat sejumlah pelaku bisnis media cetak terancam gulung tikar. “Keuntungan yang diperoleh bisnis tersebut sekarang sangat kecil dibanding tahun lalu, akibat harga kertas yang melonjak tinggi saat ini,” tukas Efraim Lengkong, salah satu pelaku bisnis media mingguan ternama di Sulut, Jumat (18/04). 

Pimpinan penerbit tabloid Identitas ini mengatakan, ke-naikan harga kertas terjadi se-tiap dua bulan sekitar 5 persen, ini sudah berlangsung sejak awal Januari 2008 lalu. Hal ini bila berlanjut sejumlah usaha media cetak bakal tutup karena tak dapat mengimbangi ke-untungan yang diperolehnya, kecuali media harian yang sudah mapan seperti Komentar dan Manado Post, omzetnya sudah mampu menutupi harga kertas. 
“Sekarang ini tabloid Indentitas hanya bisa mampu bertahan dengan omzet dari iklan, kalau harga jual koran tak mungkin diimbangi. Jalan terbaik yang bisa dilakukannya adalah me-naikan harga jual supaya dapat memperoleh laba,” tukasnya.
Menaggapi akan masuknya media harian baru di Sulut, di-angapnya wajar saja. Namun, harus dilihat jumlah investasi-nya, bila cukup silakan bersa-ing dengan media harian lain-nya. “Minimal selama setahun harus berani berkompetisi,” kata Lengkong.
Sementara Kepala Perum Per-cetakan Manado, Johanes Assa ketika dihubungi membenarkan hal tersebut, “Sekitar 30 sampai 40 persen pelaku bisnis media cetak yang bekerja sama dengan percetakan Manado tidak lagi melakukan aktivitasnya, mere-ka itu diangap ‘kolaps’, katanya.
Namun, bagi media yang manajemennya mapam tidak perlu takut, pasti bisa berta-han lama, jelas Assa.(wel)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin