|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Minahasa Selatan |
21 April 2008
|
|
Dikeluhkan,
Tes Kesehatan Calon Anggota KPUD Rp 1 Juta
|
Sejumlah bakal calon anggota KPUD Kabupaten Minsel, yang sudah siap hendak mendaftarkan diri mengaku kecewa dan menyesalkan kebijakan Tim Seleksi (Timsel) KPUD yang menunjuk RS Prof Kandou Manado sebagai tempat peme-riksaan kesehatan para calon anggota KPUD.
Kebera-tan itu lantaran biaya pe-meriksaan keseha-tan dini-lai terla-lu mahal. Di mana para calon harus mem-bayar biaya tes kesehatan Rp 900 ribu hingga Rp 1 juta.
Buntutnya, berkembang se-jumlah argumen. Antaranya, Timsel KPUD Minsel dituding berkonspirasi dengan RS Prof Kandou Manado. Sebagaima-na diutarakan sejumlah calon anggota KPUD Minsel, yang meminta nama mereka tak di-korankan, Minggu (20/04), saat menjalani pemeriksaan dan akan mengambil medikal cek di RS Prof Kandou akhir pekan lalu, mereka dimintai biaya untuk pria Rp 900 ribu dan wanita Rp 1 juta.
“Timsel KPUD Minsel so nyanda butul, kenapa harus suruh tes kesehatan di RS Prof Kandou Manado. Apakah Tim-sel KPUD mendapat jatah atau bagi hasil dari tes kesehatan itu, kan di Minsel sendiri su-dah ada rumah sakit daerah milik pemerintah. Kenapa ha-rus jauh-jauh ke Manado,” ucap sejumlah calon.
Dikatakan, baiknya tes kese-hatan dilakukan sesudah me-reka lolos seleksi. Hingga mes-ki mengeluarkan uang banyak tak disesali. “Aturan yang dite-tapkan Timsel KPUD Minsel, sangat merugikan. Coba jalani tes kesehatan kalo sudah lolos jadi anggota KPUD. Itu tidak akan merugikan calon tentu-nya,” kompak mereka.
Menanggapi informasi ini, Ke-tua Timsel Ferry Daud Liando SIP MSi ketika ingin dikonfirma-si membantah dugaan tersebut. Menurut Liando, hal itu sesuai ketentuan dan aturan yang ada. Bahwa tes kesehatan harus dilakukan di rumah sakit milik pemerintah. “Jika memang di RS Prof Kandou biayanya cu-kup besar, maka silakan para calon jalani tes kesehatan di RS Ratumbuysang Sario atau ru-mah sakit pemerintah lainnya. Tapi, tak benar kami terlibat kong kalingkong dengan RS Prof Kandou,” tandas Liando.
Apalagi, ucapnya, rumah sakit pemerintah di Minsel peralatan-nya belum lengkap. Ini mem-buat pihaknya mengusulkan ke RS Prof Kandou atau RS Ra-tumbuysang Sario.(pen)
|
|