|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
22 April 2008
|
|
Liverpool vs Chelsea
Grant dan Rafa Adu Psywar
|
PSYWAR menyeruak men-jelang laga semifinal Liga Champions Liverpool vs Chelsea, Rabu (23/04) dini hari nanti di Stadion Anfield. Aksi saling membuyarkan konsentrasi terhadap lawan masing-masing dilontarkan manajer kedua kubu.
Psywar pertama dilontarkan arsitek Chelsea, Avram Grant. Caranya, dia menyata-kan The Blues berminat me-rekrut Steven Gerrard, bin-tang Liverpool. “Gerrard ada-lah pemain bagus, juga orang yang hebat. Meskipun ia
bermain melawan tim saya, tapi Gerrard tetap pemain fa-vorit saya. Jika ia bisa dibawa ke Chelsea, saya akan sangat senang,” kata Grant. Jika berminat, pastinya diim-bangi dengan persiapan dana, baik untuk memboyong Ger-rard ke Stamford Bridge mau pun membayar gajinya yang tidak sedikit. Konon, persiap-an itu bahkan sudah dilaku-kan sejak tiga musim lalu di era Jose Mourinho.
Dalam hal ini, untuk tim sekelas Chelsea, membayar gaji dengan nilai bayaran yang tidak sedikit sepertinya bukan masalah utama. Yang penting adalah kontribusi pemain yang direkrut itu. Faktor itulah yang dianggap sebagai pengganggu konsen-trasi Gerrard, dan Liverpool jelang duel di semifinal nanti. Berpengaruhkah? Hasilnya bisa diketahui dua hari lagi. Namun yang pasti, Gerrard memiliki tekad yang sama mengantar The Kop kembali ke partai final.
Secara terpisah, arsitek Liverpool Rafael Benitez me-nyulut perang dengan menga-takan Chelsea tak membutuh-kan Grant untuk sampai se-mifinal. Menggantikan Mou-rinho bulan September lalu, sejauh ini Grant masih mam-pu menjaga Chelsea tetap ber-saing di Liga Inggris dan Liga Champions. Tak bisa dibilang buruk mengingat ketatnya dua kompetisi tersebut.
Tapi publik Inggris justru banyak yang berpendapat sebaliknya dengan menyebut Grant tak punya peran besar di Chelsea. Keberhasilan Chelsea bersaing dengan Manchester United di kom-petisi lokal dan lolos ke se-mifinal disebut-sebut lebih karena mereka memang punya pemain hebat, bukan manajer yang mumpuni.
Sesuatu yang diamini Rafael Benitez jelang pertemuan dengan Chelsea di semifinal Liga Champions. Secara keseluruhan pelatih Spanyol itu juga tak melihat adanya perubahan berarti yang diberikan Grant. Di atas lapa-ngan, permainan Frank Lam-pard cs nyaris tak berubah.
“(Di Chelsea) kuncinya ada di (Roman) Abramovich. Satu-satunya perbedaan yang saya lihat antara Mourinho dengan Grant adalah saat konperensi pers. Saya menyaksikan mereka bertanding mengha-dapi Everton dan mereka bermain sama seperti yang biasa mereka lakukan,” ungkap Rafa.
Selama tiga tahun sebelum-nya, laga Chelsea kontra Li-verpool selalu diwarnai psy-war sengit antara Mourinho dan Rafa. Namun itu dipasti-kan tak akan terjadi lagi se-telah The Special One memu-tuskan hengkang. Rindukah Rafa pada Mourinho?
“Media mungkin merin-dukan Mourinho, tapi tidak buat saya. Saya punya cukup banyak pekerjaan di Li-verpool. Pada akhirnya pe-mainlah yang menjadi kunci, bukan pelatih. Manajer bisa berbicara sebelum atau sepanjang pertandingan, pemainlah yang membuat perbedaan,” pungkas Rafa. So, tunggu saja, siapa pemain paling siap.(dts)
|
|