|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Ekonomi dan Bisnis |
22 April 2008
|
|
Gubernur dan Bupati Minahasa
Support Gerakan Menanam di Noongan
|
Gubernur Sulawesi Utara, Drs SH Sarundajang bersama Bupati Minahasa, Drs S Vreeke Runtu men-support ge-rakan menanam masyarakat dan jemaat di Desa Noongan I, Noongan II dan Noongan III, Kecamatan Langowan Barat, Minahasa. Gerakan menanam tersebut dilaksanakan da-lam rangkaian Peresmian Gedung Pastori 2, Jemaat GMIM Sion Noongan, Sabtu (19/04) lalu.
Gerakan menanam tersebut ditandai dengan penanaman simbolis pohon penghijauan di sisi jalan propinsi yang mele-wati desa tersebut. Selain itu, juga dilakukan penanaman ja-gung yang diusahakan oleh beberapa kelompok tani di de-sa tersebut.
Gubernur Sarundajang me-nyambut baik gerakan mena-nam tersebut, karena untuk mengantisipasi gejolak ekono-mi maupun kerusakan ling-kungan salah satu upaya yang paling efektif adalah mena-nam. “Saya mengajak kita se-mua untuk menanam apa sa-ja, karena menanam memiliki keuntungan ekonomis, sekali-gus melestarikan lingkungan,” tuturnya.
Sarundajang mengatakan, wilayah Noongan yang kini telah terbagi dalam tiga desa memiliki arti yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat Sulut. Karena Noongan merupakan wilayah hulu DAS (Daerah Alir-an Sungai) Tondano. Di mana air yang berasal dari Noongan bisa mengairi sawah dari Lango-wan, Kakas sampai Tondano. Air tersebut masuk ke Danau Tondano, yang kemudian meng-alir ke Tonsea Lama sampai ke Manado. Air ini digunakan un-tuk pembangkit listrik dan juga bahan baku air minum di Ma-nado. “Karena itu dapat dikata-kan Noongan adalah penyang-gah kehidupan kita semua yang tinggal di daerah ini,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut gubernur juga mensosialisakan pelaksanaan WOC yang akan digelar pada Mei 2009. “Pelak-sanaan WOC yang akan diha-diri oleh sejumlah pejabat nega-ra, pemerhati lingkungan dan undangan lainnya ini akan menguntungkan daerah kita, baik untuk sekarang ini mau-pun yang akan datang. Kita ber-harap sektor pariwisata daerah kita akan berkembang setelah pelaksanaan WOC ini. Tetapi yang terutama adalah bagai-mana kita peduli dengan keles-tarian lingkungan, khususnya di bidang kelautan. Apalagi saat ini dunia sedang dilanda dengan pemanasan global (global warm-ing),” ujarnya.(jef)
|
|