|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Mimbar dan Keagamaan |
22 April 2008
|
![]() |
Pdt Djefry Saisab menegaskan, bahwa agama harus ber-fungsi untuk meredam konflik, baik internal maupun eksternal. Apalagi menghadapi berbagai perbedaan pan-dangan dari berbagai kalangan masyarakat, karena itulah perbedaan diharapkan dijadikan sebagai pemersatu.
Menurut Saisab, sebagai-mana menyikapi persoalan yang terjadi di tanah air ter-masuk menanggapi adanya film Fitna yang kontroversi saat ini, ia meminta umat ja-ngan mudah terpancing, ter-lebih umat beragama di Sulut. Dalam kerangka ini perlu pe-ngembangan tindakan-tin-dakan preventif menjadi pre-emtif, sehingga kondisi ke-rukunan, perdamaian dan persaudaraan dalam masya-rakat dapat tumbuh dengan sendirinya secara alamiah.
“Inti pokoknya adalah, aga-ma harus berfungsi sebagai peredam konflik dalam ma-syarakat atau pencipta keru-kunan dan perdamaian. Ka-rena, kerukunan beragama merupakan modal sosial da-lam proses pembangunan da-erah dan bangga, termasuk di dalamnya persiapan peme-rintah dan seluruh masya-rakat Sulut,” ucapnya.
Di sisi lain, perlu kita ke-tahui bahwa sejarah BKSAUA dibentuk karena ada kete-gangan antar agama, yang ti-dak segera diatasi akan mem-bahayakan persatuan dan ke-satuan.
“Untuk itu, BKASUA memi-liki peranan penting dalam hal memantapkan kerukunan antarumat beragama. Bah-kan dalam perbedaan ke-hidupan di tengah-tengah masyarakat baik suku, aga-ma, ras dan antargolongan,” tandasnya.(lex)
|
|