HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

23 April 2008

Ada guru yang kerjakan soal UN siswa 
Sejumlah Siswa Sulut Jalani Tes UN di Malaysia


Ada yang menarik dalam pe-laksanaan Ujian Nasional (UN) yang digelar di Sulut kemarin (22/04). Selain ada ratusan siswa tidak ikut UN, ternyata ada sekitar enam siswa Sulut, harus menjalani UN di Ma-laysia. Kenapa? 
Enam siswa SMK Negeri Ma-nado Masing-masing bernama Syuli Manopo, Hyder Daulina, Gladys Tumihauw, Nadya Sa-riansa, Miki Pianaung, Herina Bikanaung, mengikuti UN di Malaysia, karena mereka ma-sih mengikuti praktik kerja di Negeri Jiran tersebut.
“Ya memang bahwa ada enam siswa SMK kami yang meng-ikuti praktik kerja di Malay-sia. Namun bukan berarti mereka tidak mengikuti ujian nasional, karena kami sudah berkoordinasi dengan pihak Diknas Sulut untuk mengirim soal ke Malaysia, dan soalnya telah dikirim ke Malaysia. Saat ini mereka di Malaysia sedang mengikuti UN juga,” ungkap Kepsek SMK Negeri 3 Manado, Dra Marie Rogahang kepada harian ini, di sela-sela kunjungan dengan pihak Dik-nas Sulut, Selasa (22/04) ke-marin.
Secara terpisah Kadis Dik-nas Drs Djouhari Kansil MPd, melalui Kahumas Ronny Se-pang SH, ketika dikonfirmasi mengakui bahwa memang be-nar soal ujian dari enam siswa SMKN 3 ini telah dikirim ke Malaysia. “Enam siswa yang berada di Malaysia dipastikan telah mengikuti UN, karena berkas soal telah dikirim ke Malaysia.” ungkap Sepang. 
Hari pertama pelaksanaan UN tingkat SMA/SMK di Sulut kemarin, dilaporkan berjalan lancar. Hanya saja, dari total 22.114 peserta UN, tercatat ada ratusan siswa yang absen.
Khusus Kota Manado, paling banyak mengoleksi peserta yang tidak ikut UN, yakni mencapai 231 siswa. Rin-ciannya, untuk tingkat Seko-lah Menengah Kejuruan (SMK) berjumlah 2.224 Siswa, yang tidak ikut 97 siswa kare-na sakit, broken home, meni-kah, serta pindah ke daerah lain. Sedangkan peserta ting-kat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Madrasah Aliyah (MA) sebanyak 4335, yang ikut ujian hanya 4201. 
Sedangkan di Kota Bitung menyuplai 30 siswa tidak ikut UN, Bolmong sembilan siswa, Kota Kotamobagu empat sis-wa serta Minahasa Selatan empat siswa. (berita seleng-kapnya di halaman Manado-ku dan daerah). 
GURU 
Dalam pelaksanaan UN ke-marin, ternyata ada guru yang bertindak curang. Kha-watir siswanya tidak lulus, sejumlah guru di Kabupaten Bengkalis Riau, disuruh membagikan lembaran jawab-an soal kepada muridnya. “Sungguh saya tidak sanggup melihat kecurangan yang ada di depan mata saya. Saya di-suruh mengedarkan lemba-ran jawaban, tapi saya meno-laknya. Jadi akhirnya lemba-ran soal itu dibagikan guru lainnya. Saya malu sendiri melihat UN ini. Tidak ada gu-nya kita menjadi guru,” kata salah seorang guru SMA Negeri di Selat Panjang yang enggan disebutkan namanya seperti dilansir detik.com, Selasa (22/04).
Menurut guru tersebut, lang-kah tak bijak ini dilakukan karena pihak sekolah kha-watir muridnya tidak lulus UN. Sebab hal itu akan mem-buat citra sekolah anjlok. Se-orang pengawas UN di SMA tersebut membenarkan kecu-rangan itu. Menurutnya, se-telah lembaran soal dibagikan kepada murid-murid, satu soal dan lembaran jawaban diambil pihak tata usaha (TU) sekolah. Selanjutnya, pihak TU memberikan soal ujian tadi kepada guru bahasa In-donesia untuk mengisi semua lembaran jawaban. 
Setelah lembaran soal terisi, guru tersebut masuk ke ruangan kelas dan memba-gikan lembaran jawaban kepada para murid. “Lemba-ran jawaban ditulis dengan tangan dan dibagikan kepada murid 30 menit sebelum wak-tu berakhir. Hal sama juga terjadi ketika materi mate-matika diujikan. Para penga-was tidak dapat berbuat ba-nyak, karena dalam masalah ini semua pihak sekolah ne-geri di Selat Panjang member-lakukan hal yang sama,” kata sumber itu.
Namun Kepala Dinas Pen-didikan dan Olahraga Ka-bupaten Bengkalis, Sa’ari ketika dikonfirmasi, memban-tah hal itu. Dia juga mene-gaskan tidak pernah meng-instruksikan pihak sekolah untuk membantu muridnya dalam menghadapi UN. “Ti-dak ada kebijakan yang menyuruh pihak sekolah un-tuk membantu mengisi lem-baran soal. Kalau pun terjadi kecurangan para pihak se-kolah, ini sifatnya hanya per kecamatan saja. Saya akan cek soal bocoran soal di Kecamatan Selat Panjang itu,” katanya.(nan/dtc/zal)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin