|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
23 April 2008
|
|
Semifinal Champions: Barca vs MU
Awas Over Pede!
|
MANCHESTER Uni-ted (MU) kini berubah menjadi tim yang sangat atraktif. Kemenangan demi keme-nangan me-reka raih. Penampi-lan apik mereka sepanjang musim ini, menuai puja-puji. Tak heran jika Cristiano Ro-naldo dkk tetap di-unggul-kan dalam laga se-mifinal Liga Champions menghadapi FC Barcelo-na, Kamis (24/04) dini hari di Stadion Nou Camp.
Manajer MU, Sir Alex Ferguson menilai, timnya lebih baik dari skuad yang me-raih treble-win-ners tahun 1999. Sehingga dia merasa percaya diri (Pede) bisa mendulang prestasi manis di Champions. Tapi ingat, over pede bisa merusak MU sendiri.
Hal ini disiratkan pemain bin-tang MU, Cristiano Ronaldo.
“Apa yang dikatakan manajer tentang tim ini membuat saya merasa tersanjung. Saya juga berpikir bahwa ini adalah tim paling berbakat yang pernah dimilikinya, tapi Anda hanya bisa memastikan melalui apa yang ka-mi menangi di akhir musim nanti,”
tutur Ronaldo dikutip AFP.
“Kami menunjukkan bahwa kami punya tim yang fantastis dan pemain-pemain luar biasa. Namun, hanya dengan menjuarai Liga Champions atau Liga Primer sajalah, ka-mi akan bisa memberi jawa-ban apakah kami adalah tim terbaik MU sepanjang masa,” sambung pemain Portugal itu.
Meski harus berhadapan de-ngan Barca, salah satu tim yang paling ditakuti di Eropa, MU tetap berada pada posisi diunggulkan. Untuk memu-luskan jalan menuju final, Ronaldo pun mengincar ke-menangan di kandang lawan. “Tidak ada partai mudah di tahap seperti ini. Tapi tujuan kami adalah memenangi pertandingan secepat yang kami bisa. Jadi kami akan bermain untuk (mengejar) kemenangan,” tegas Ronaldo.
Sementara it, Stadion Camp Nou di Kota Barcelona memi-liki makna spesial bagi Man-chester United. Di sana, ta-hun 1999, The Red Devils menjuarai Liga Champions. Motivasi pun hadir dari me-mori.
Sembilan tahun lalu, MU memenangi lambang su-premasi antarklub benua Eropa itu setelah dengan dra-matis mengalahkan Bayern Munich 2-1. Partai itu oleh sebagian orang kemudian di-anggap sebagai salah satu final terbaik.
Salah satu pemain yang ter-libat dalam partai final di Camp Nou nyaris satu dekade silam tersebut adalah Ryan Giggs. Apakah memori Camp Nou mempengaruhi dirinya? “Saya pikir (memori) itu tidak memiliki arti apa-apa saat kami kembali ke Barcelona. Ini pertandingan yang ber-beda karena sembilan tahun sudah berlalu,” ujar Giggs.
“Tapi saat Anda memiliki pengalaman bagus di sebuah stadion, Anda ingin meng-hidupkannya dan semoga kami bisa melakukannya (lagi) di Barcelona,” tegas pe-main yang kini menyandang ban Kapten MU itu bagai se-dang memotivasi rekan-rekannya.
Saat menuju tangga juara tahun 1999 tersebut, MU ber-temu Barca di babak penyi-sihan grup. Hasilnya, dua kali bertemu, dua kali pula pertarungan dua klub rak-sasa itu berakhir seri. “Basis permainan kami (MU & Bar-celona) adalah bermain sepakbola di lapangan dengan pemain-pemain hebat, per-mainan menyerang, mencetak gol. Kedua tim mencoba melakukannya,” kata Giggs. Dengan pemaparan Giggs tersebut, maka sangat wajar bila partai Barca vs MU nanti diprediksi akan berlangsung seru dan menarik. Tunggu saja!(dts)
|
|