|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Kota Tomohon dan Sekitarnya |
23 April 2008
|
|
UN hari pertama berjalan
lancar
Kadis Diknas: Capai Nilai 5,25 Belum Tentu Lulus!
|
Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) hari pertama di 14 sekolah tingkatan SMA/SMK yang tersebar di Kota Tomohon berlangsung sukses. Hal ini ditegaskan Ketua Tim Pemantau UN Kota Tomohon Prof Octavianus Rondonuwu kepada harian ini, Selasa (22/04).
“Berdasarkan pemantauan tim pengawas yang tersebar di 14 sekolah SMA/SMK se-Kota Tomohon, tidak ditemukan adanya persoalan yang terjadi. Hari pertama UN berjalan lancar. Tapi jika nantinya ada masalah akan ditindaklanjuti,” tegasnya.
Rondonuwu yang juga adalah Rektor Universitas Sariputra Indonesia (Unsrit) Tomohon ini menjelaskan, sebanyak 14 personil Tim Pemantau disebarkan ke-14 sekolah SMA/SMK, ditambah 4 personil yang bertugas di Sekertariat Tim Pemantau UN. Bersama tim pemantau Kota Tomohon, juga ada tim pemantau independent pusat yang melakukan pemantauan UN bersama mereka.
Sementara itu, sekitar pukul 08.00 Wita Walikota Tomohon, Jefferson SM Rumajar SE yang didampingi Sekkot Tomohon Drs Jhony Mambu SH MSi secara resmi membuka sampul lembaran soal dan jawaban UN di ruang 1 SMK Kristen 1 (STM) Kota Tomohon. Hal ini turut disaksikan pihak legislatif, Kadis Diknas Tomohon, Ketua Tim Pemantau, Kepala Sekolah SMK 2 Kristen dan beberapa pejabat pemkot lainnya. Di samping memantau pelaksanan UN, walikota juga memberikan support kepada para siswa untuk menyelesaikan soal-soal dengan baik dan benar. Sementara, Wawali Linneke S Watoelangkow juga melakukan pembukaan sampul soal dan jawaban di SMAN 2 Tara Tara serta pemantauan pelaksanaan UN di sejumlah sekolah.
5,25 BELUM TENTU LULUS
Menariknya, Kadis Diknas Tomohon Fentje D Goni SH mengatakan, sekalipun pemerintah telah menetapkan nilai standar kelulusan 5,25 namun bukan berarti siswa yang mencapai nilai tersebut sudah dinyatakan lulus.
Namun demikian pemerintah juga menetapkan nilai standar kelulusan minimal masing-masing bidang studi yang diujikan, yakni minimal 4,26.
“Para siswa memang diharuskan mencapai standar kelulusan dengan nilai rata-rata 5,25. Namun tidak serta merta mereka yang mendapatkan nilai rata-rata tersebut dinyatakan lulus. Contohnya, walaupun nilai rata-ratanya 5,25 tapi Bahasa Indonesia misalnya nilainya hanya 4,25 atau dibawanya maka tetap dinyatakan tidak lulus,” jelas Goni.
Ditambahakannya, bagi mereka yang tidak lulus masih diberikan kesempatan untuk mengikuti ujian Paket C. Sedangkan yang belum mengikuti ujian karena alasan yang mendasar, maka akan diberikan kesempatan ujian susulan tanggal 28-30 April 2008.
Sayangnya, hingga berita ini diturunkan belum ada pernyataan resmi dari Dinas Diknas mengenai jumlah siswa yang hadir dan yang tidak hadir pada pelaksanaan UN hari pertama kemarin.(imo)
|
|