|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
24 April 2008
|
|
Yal cawalkot KK, Kudji kena sindir
Imba: Hamdi/Bambang Cari ‘Kukis’ Lain Saja
|
Tanpa basa-basi atau diplo-masi politik, Ketua DPD PG Sulut, Jimmy Rimba Rogi SSos, langsung menohok pa-da pokok persoalan tatkala berbicara soal Pilwako (Pemi-lihan Walikota) Kota Kotamo-bagu (KK). Ia dengan lugas me-negaskan bahwa kader PG harus berjiwa besar menerima dan mengusung Drs Syachrial ‘Yal’ Damopolii MBA sebagai Cawalkot KK.
Sedangkan dua nama lain yang turut direkom Ketum DPP PG Jusuf Kalla, masing-masing Hamdi Paputungan SH MM dan Ir Hi Bambang R Masyuri, harus legowo dan dipersilakan mencari saja ‘kue’ yang lain dalam tubuh Beringin. Sontak saja, pernya-taan Imba di hadapan ribuan massa Beringin saat membu-ka Rakerda I PG KK, membuat riuh suasana di Gedung Manggala Sport Hall, Motoboi Kecil, Rabu (23/04) kemarin.
Aplaus dan teriakan mendu-kung, bahkan yel-yel ‘Hidup Bogani’ dikumandangkan warga Golkar. Yal sendiri nampak tersenyum bangga. Sementara dua rekannya, Hamdi dan Bambang, yang juga duduk di barisan depan, terlihat hanya menyambut pernyatan tadi dengan senyum tipis sarat arti. “Mohon maaf kepada Pak Hamdi dan Pak Bambang. Saya tidak mau jadi ketua yang munafik, sebab sudah tiga kali survei dan semuanya dimenangkan Yal. Memang dalam rekom DPP yang ditandatangani JK dan Sekjen, ada tiga nama. Tapi Yal yang teratas, maka PG ha-rus berjiwa besar menunjuk Yal sebagai Cawalkot KK,” be-gitu Imba mengawali penega-sannya.
Pernyataan itu boleh jadi membuat telinga Hamdi dan Bambang memerah, bahkan bisa membuat patah hati ka-rena impian selama ini pupus seketika. Dan Imba mema-hami kondisi psikologis terse-but. “Memang ini pahit kede-ngarannya, tapi harus saya sampaikan biar kita bisa fo-kus pada pemenangan partai di Pilwako KK. Justru ini akan menguntungkan Hamdi dan Bambang, karena makelar-makelar politik akan stop ber-keliaran. Kita tidak mau kalah seperti di Jabar, Sumut dan Sulsel. Sekali lagi saya mo-hom maaf kepada Pak Hamdi dan Bambang,” tuturnya lagi.
“Ini kukis cuma satu, tapi banyak yang suka. Nanti Pak Hamdi dan Pak Bambang cari saja kukis laeng di Golkar. Jangan dulu kecewa Pak Hamdi, kalau kukis laeng pasti PG akan dukung. Itu janji saya. Jadi Pak Hamdi, Pak Bambang, mari kita sa-ma-sama dukung Yal,” ujar Imba seakan meneduhkan hati Hamdi dan Bambang yang boleh jadi telah ‘terluka’ oleh keterusterangannya tadi.
Yang tak kalah menarik juga, Imba sempat memuji ke-besaran Hi Syamsudin Kudji Moha selaku Ketua DPD PG KK, karena ibaratnya Kudji te-lah menyediakan mobil Mercy yang siap dikendarai oleh pa-ra kandidat, sehingga semua pantas berterima kasih. Sa-yangnya pujian itu kemudian disusul dengan pesan berna-da sindiran halus, yang inti-nya Imba menyadari kalau Kudji sendiri sebenarnya menghendaki figur Beringin lain sebagai Cawalkot PG, bukan Yal.
“Kudji mungkin ba’ser di tampa lain. Tapi sebaiknya to-rang harus malendong. Sebab kalau mo malendong, maka biar siapa lawan, torang tetap menang. Apalagi Hamdi dan Bambang baku tulung,” kata Imba lagi, kemudian me-nyampaikan ulasan bahwa papan dua Yal nanti akan ditetapkan PG KK sesuai mekanisme.
Usai bicara soal pilwako, Im-ba langsung membuka dengan resmi rakerda yang bertema, ‘Dengan Rakerda, Diklat Kader dan Fungsionaris DPD Partai Golkar, Kita Mantapkan Kon-solidasi Organisasi Guna Me-nyukseskan Tri Sukses Partai Golkar’. Acara itu dihadiri juga oleh dua pengurus DPP PG, Rene Manembu dan Romy Sumendap, selaku Korwil Sulut dan Gorontalo. Juga hadir Sekretaris DPD PG Sulut Victor Mailangkay ber-sama jajarannya.
Sedangkan undangan yang hadir di antaranya Wabup Bol-mong Drs Hi Sehan Mokoapa Mokoagow mewakili bupati bersama para unsur Muspida Bolmong. Serta para balon wawali yang telah mengambil formulir pendaftaran di PG KK, di antaranya Ir Hi Nus Mokodongan, Ir Hi Dul Moko-dompit MM, Ir Jaya Mokogin-ta MT dan Sutomo Samad.
TOLAK PAPAN DUA
Pada bagian lain, meski pun spekulasi telah merebak soal Djelantik Mokodompit dan Hamdi Paputungan akan ber-pasangan di Pilwako KK (diu-sung parpol di luar Golkar), na-mun sampai sekarang belum ada yang ikhlas di posisi papan dua. Antik yang dihubungi Komentar menegaskan dirinya tetap optimis untuk mencalon-kan diri sebagai walikota. “Itu sudah jadi tekad saya. Tak ada alasan untuk ke papan dua. Pendukung saya tentu tak akan menerima opsi ini,” tegas Antik.
Apalagi dirinya telah kembali menemukan PAN yang telah memberi isyarat kuat untuk kembali bersama, seperti di Pilkada Bolmong 2006 silam. Sementara itu Hamdi Papu-tungan yang ditemui usai Rakerda PG memberi sinyal kuat kalau dirinya tetap mengincar posisi papan satu. Apalagi sosialisasi yang dila-kukannya selama ini keba-nyakan lewat stiker, selalu ditulis
“Untuk calon walikota”. Sedangkan mengenai rumor ia akan mengendarai PAN un-tuk menggapai impiannya itu, Papa Ade, sapaannya, hanya mengatakan semua dimung-kinkan.(tus)
|
|