|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Ekonomi dan Bisnis |
24 April 2008
|
|
Warga mulai lakukan aksi borong
Kelangkaan Minyak Tanah Terjadi Lagi
|
Masyarakat mulai melakukan antrian panjang pada sejumlah agen penjualan minyak tanah di Kota Manado. Masyarakat saat ini mulai kesulitan mendapatkan minyak tanah. Mereka menduga ini bagian dari upaya pemerintah mengurangi jatah minyak tanah, untuk program konversi minyak tanah ke gas (elpiji).
“Kami sekarang kesulitan mendapatkan minyak tanah di pangkalan atau agen penjual-an minyak, terpaksa kami ha-rus antri menunggu giliran hingga berjam-jam,” tukas Marthen Giroth warga Tanjung Batu Kecamatan Wanea, Rabu (23/04) kemarin.
Kejadian tersebut bukan saja terjadi di wilayah Wanea na-mun di sejumlah lokasi seperti Kelurahan Pinaesaan dan Singkil juga mengalami hal se-rupa. Para warga kini mendu-ga PT Pertamina sengaja me-ngurangi jatah minyak tanah pada agen penjualan minyak di Kota Manado. “Kan konversi ke gas belum berlaku di Sulut, masakan Pertamina sudah melakukan pengurangan ja-tah minyak tanah,” tukas Marthen.
Sejumlah warga miskin bah-kan ada yang tak kebagian mi-nyak tanah untuk keperluan sehari-hari mereka. “Kami terpaksa membeli di warung dengan harga Rp 3.500 hingga Rp 4.000 setiap liternya, pada-hal biasa kalau tak antri ha-nya Rp 2.400 per liter,” tukas seorang warga yang kedapatan membeli minyak di salah satu warung di bilangan jalan Sam Ratulangi.
Kepala Pemasaran PT Perta-mina Manado, Asep Wicakso-no melalui Humasnya Hanny Walelangi, justru membantah kalau jatah minyak telah di-kurangi saat ini. “Jatah BBM jenis minyak tanah tak diku-rangi, masih sebanyak 384,4 kilo liter setiap hari. Kalau-pun terjadi antrian itu dise-babkan karena masyarakat ada yang termakan isu akan naiknya harga minyak tanah nanti, sehingga tak heran me-reka mulai panik dan me-lakukan aksi borong. Stok mi-nyak tanah pada setiap agen penjualan cepat habis,” ujar Hanny.
Pihak Pertamina berjanji akan turun ke lokasi, memantau ke-langkaan tersebut, bila perlu para agen diminta untuk me-nambahkan jatahnya, sehingga antrian tak terjadi lagi.(wel)
|
|