|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Minahasa Selatan |
24 April 2008
|
|
Pabrik minuman mulai ‘gulung tikar’
Ribuan Petani Cap Tikus Minsel Mengaku Resah
|
Ribuan petani minuman tradisional cap tikus asal Ka-bupaten Minsel, mengaku ak-hir-akhir ini mereka mulai su-lit untuk menjual hasil cap ti-kus ke sejumlah pabrik mi-numan di Kota Manado dan sekitarnya. Ini diakibatkan para pabrikan minuman keras ini mulai menutup bisnis usa-ha mereka akibat mulai keha-bisan modal.
Menyikapi situasi ini, para petani cap tikus Minsel mulai menjerit dan meminta perha-tian Pemkab Minsel terlebih khusus para wakil rakyat yang duduk di gedung DPRD Minsel agar ikut memperhatikan na-sib mereka.
Seperti diutarakan petani cap tikus asal Kecamatan Motoling, Hendrik F Tiwa, bila pabrikan minuman keras tidak menerima lagi hasil produk cap tikus, ma-sa depan keluarga mereka da-lam keadaan terancam.
“Bayangkan saja, petani cap tikus di Minsel ada sekitar 10 ribu jiwa. Kalau hasil cap tikus kami tak diterima lagi otomatis ke depan kami siap mengang-gur dan nasib anak istri nda tahu mau kasih makan apa. Kami cuma berharap legislatif Minsel dan Pemkab Minsel mau membantu memberikan solu-sinya,” kata Tiwa.
Hal senada diungkapkan pe-tani cap tikus asal Kecamatan Kumelembuai, Marthen Lom-bok. Menurutnya, para petani kini dalam posisi terancam dan terpojok karena sebentar lagi bakal kehilangan mata pencari-an yang sejak dahulu banyak melahirkan sarjana-sarjana andal dari Minsel. “Produk cap tikus saat ini melimpah. Kalau sudah dibatasi, kerugian petani juga akan dirasakan pemerin-tah,” beber Lombok.(pen)
|
|