|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Pendidikan dan Budaya |
24 April 2008
|
|
Diknas (Kembali) Tegaskan
Tidak Ada Kebocoran Soal
|
Di hari kedua pelaksanaan Ujian Nasional (UN), kabar kebocoran soal mengemuka. Menanggapi hal ini, Kadis Diknas Sulut, Drs Djouhari Kansil menegaskan bahwa pi-haknya benar-benar menjaga kerahasiaan soal. Di samping itu Kansil juga mengharapkan agar peserta UN tetap ber-konsentrasi dan masyarakat juga tidak resah dengan kabar tersebut.
“Itu hanya isu saja yang sudah diembuskan sejak hari pertama UN. Jangan percaya bahwa ada soal yang bocor, sebab kami menjamin bahwa kerahasiaan-nya terjaga dengan baik,” tegas Kansil, Rabu (23/04) kemarin.
Apalagi dengan banyaknya pi-hak yang mengawasi pelaksa-naan UN, maka menurut Kan-sil terjadi hal yang melanggar ketentuan. Lebih lanjut Kansil juga mengimbau agar masyara-kat tidak menanggapi isu kebo-coran soal tersebut. “Mari kita sama-sama jaga keamanan da-erah kita ini. Sebab hal tersebut dapat mengganggu stabilitas Sulut,” tandasnya.
Secara terpisah, Ketua Yaya-san Pendidikan Katolik (YPK) Keuskupan Manado, Pastor Fred Tawaluyan Pr menyatakan isu ini harus disikapi dengan se-rius. Sebab memang berpelu-ang untuk menimbulkan kere-sahan di masyarakat. Apalagi sejauh ini Dinas Diknas telah berusaha agar penyelenggara-an dan pelaksanaan UN berja-lan dengan lancar. Juga keterli-batan pemantau dan pengamat pendidikan dalam mengawasi jalannya UN.
“Sebab bisa juga isu ini dilon-tarkan untuk mengganggu sta-bilitas nasional/daerah. Dalam arti bahwa kebijakan pendidik-an ‘sedang disoroti’ karena alas-an-alasan tertentu. Sementara itu, dari pengalaman lalu, di mana banyak terjadi penyim-pangan dalam pelaksanaan uji-an dan hasil ujian yg direkaya-sa, termasuk nilai ujian yang didongkrak membuat kita se-mua harus dan wajib waspa-da,” tegasnya seraya menam-bahkan Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Su-lut sebagai mitra pemerintah juga turut memantau pelaksanaan ujian ini.
Sementara Kepala SMAN 7 Manado, Dra Jeanni Th Pratasik membantah terjadi ke-bocoran soal di seko-lahnya. “Itu sama se-kali tidak benar. Sebab semua tahapan pelak-sanaan UN dipantau oleh tim pengawas,” tegasnya. Bahkan Pratasik mempertanyakan la-tar belakang berembusnya ka-bar tak sedap ini.
“Sepertinya ada upaya me-rusak nama baik sekolah kami yang saat ini sementara dalam penilaian salah satu lomba,” imbuhnya.(vic)
|
|