|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Politik dan Pemerintahan |
24 April 2008
|
|
Gubernur: 2009, Sulut
Bebas Wilayah Terisolasi
|
Gubernur
Sulut, Drs SH Sarundajang menegaskan, tahun 2009
mendatang Su-lut bebas dari daerah ter-isolasi. Hal
ini bisa terca-pai bila merujuk angka, di mana
kemiskinan di daerah ini berada pada kisaran 11,42
persen, jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan
angka kemiskinan nasional sebesar 16,5 persen.
“Memang untuk mewujud-kan komitmen ini bukan
pekerjaan yang mudah, ada upaya dan kerja keras yang
harus dilakukan. Tetapi, se-iring dengan jalannya
pemba-ngunan di semua bidang, saya yakin daerah kita
akan bebas dari wilayah yang terisolasi,” tukasnya
baru-baru ini.
Sebagai bukti nyata, Sulut telah melakukan
terobosan. Hal ini dapat dilihat dari pe-laksanaan
pembangunan infra-struktur selang tahun 2007, di
mana pemprop telah ber-upaya untuk melakukan
peme-liharaan jalan strategis, antara lain melalui pemeliharaan ber-kala terhadap jalan sepanjang 7,12 km, pemeliharaan rutin jalan dan jembatan Bitung-Manado-Tomohon-Poigar se-panjang 171,15 km dan peme-liharaan rutin jalan dan jem-batan Poigar-Atinggola sepan-jang 165,81 km dan jembatan sepanjang 598,7 m.
Di samping itu, telah pula dibangun jalan dan jembatan untuk membuka akses ke sentra-sentra pertanian dan perkebunan masyarakat yang tersebar di kabupaten/kota se-Sulut melalui pemba-ngunan jalan agropolitan mau pun jalan produksi yang inti-nya adalah untuk memberi-kan kelancaran serta mem-permudah akses pemasaran yang secara langsung mem-bawa dampak bagi pening-katan ekonomi masyarakat.
“Peningkatan infrastruktur perhubungan tersebut diikuti pula dengan pembangunan infrastruktur kesehatan, pendidikan, perekonomian yang tersebar di kabupaten/kota se-Sulut. Memang diakui bahwa belum seluruh kebu-tuhan infrastruktur daerah terpenuhi dalam pemba-ngunan di tahun 2007,” ungkapnya.
“Namun demikian, kami akan berusaha agar dalam se-tiap tahun anggaran yang di-laksanakan dapat melengkapi kebutuhan infrastruktur daerah yang sangat diharap-kan dan didambakan oleh masyarakat, termasuk warga masyarakat di wilayah-wila-yah yang terisolasi dan terkebe-lakang. Hal ini untuk menja-wab komitmen yang telah ka-mi sampaikan kepada masya-rakat bahwa pada sampai akhir tahun 2009 tidak ada wilayah terisolasi lagi,” katanya menambahkan.(eda)
|
|