|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Kabupaten Talaud |
24 April 2008
|
|
Diperkirakan berlangsung 30 ribu tahun silam
Peneliti: Goa di Salibabu Awal Kehidupan di Talaud
|
Sosialisasi arkeologi dari Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Balai Arkeo-logi Manado menarik disi-mak mengenai awal permu-kiman manusia masa lalu di Kepulauan Talaud.
Peneliti di Kantor Balai Arkeologi Manado, Dr Santoso Soegondho mengatakan ber-bagai kebudayaan prasejarah dan sejarah ditemukan di Ta-laud, yakni di bekas goa-goa yang merupakan tempat hu-nian jaman dulu dan berbagai bentuk benda seperti beliung persegi, benda dari tanah liat atau gerabah dan alat dari ba-tu lainnya juga manik-manik, sisa tulang manusia dan bi-natang langkah.
“Berdasarkan bukti ini, akti-vitas kehidupan manusia di Talaud diperkirakan mulai terjadi sekitar 30 ribu tahun silam ditandai temuan di Goa Liang Sarru di Pulau Sali-babu. Pada zaman tersebut alat yang digunakan berupa serpihan-serpihan batu dari batuan rijang, pemecah ba-han makan berupa batu lan-dasan atau anvil dan batu pe-mukul atau mortar,” ungkap-nya. “Aktivitas manusia pada masa ini sudah lebih intensif dengan bertempat tinggal dan beraktivitas tetap di goa-goa, bukti-bukti tersebut semua-nya ditemukan di goa Liang Sarru,” sambung Soegondho.
Aktivitas manusia yang te-rekam, lanjutnya, diperki-rakan berlanjut sekitar 6000 tahun silam dengan bukti ak-tivitas kehidupan pada masa itu ditemukan di goa Liang Tuo Mane,e di Desa Arang-ka’a Kecamatan Geme, di mana Goa Mane’e termasuk jenis goa payung.
“Goa Leang Tuo Mane’e me-rupakan goa yang terkenal di Talaud. Selanjutnya permu-kiman di Talaud terjadi pula sekitar awal masehi dengan bukti berada di Ilang Buida Desa Pangeran yang diduga menjadi permukiman,” ujar-nya sembari menambahkan pada masa sebelum dan se-kitar awal masehi kehidupan berikutnya tercatat sebagai fase permukiman di Talaud dan berlangsung sejak awal sejarah hingga sekitar abad 19.(est)
|
|