|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
25 April 2008
|
|
Guru Baca Jawaban UN
di Depan Kelas
|
Temuan adanya sejumlah kecurangan dalam pelak-sanaan UN (Ujian Nasional) untuk tingkat SMA sederajat, mengindikasikan adanya ke-bocoran soal UN. Malah sa-
lah satu kasus di Pematang Siantar, Samosir, Tapanuli Utara dan Simalungun, ada sekolah yang gurunya mem-bacakan kunci jawaban soal UN di depan kelas atau ditulis di papan tulis. Demikian hasil penelusuran tim independen sejak hari pertama pelaksa-naan UN. Namun diakui, ting-kat kecurangan tahun ini lebih kecil dibandingkan tahun 2007 lalu, karena kali ini pengawa-san lebih ketat. “Temuan kami di Pematang Siantar cukup berat, karena guru yang me-nolak melakukan itu lalu me-nuliskan laporannya, malah diancam oleh kepala sekolah dengan kata-kata yang bersifat intimidasi. Kepala sekolah memintanya supaya berhati-hati, karena kalau tidak, pu-lang bisa tidak sampai di ru-mah,” ungkap anggota Dewan Pembina Air Mata Guru se-Indonesia, Denni B Saragih.
Sedangkan di Makassar, Su-lawesi Selatan, Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Cokroaminoto, Andi Mappanyompa, ditahan di Polres Makassar Timur, karena mendistribusikan kunci jawa-ban UN untuk tingkat SMA. “Tujuan untuk membantu siswa-siswanya agar lulus UN, telah mendorong kepsek itu membeli kunci jawaban dari kenalannya di sekolah lain,” ungkap AKBP Kamaruddin, Kapolresta Makassar Timur, menirukan alasan kepala se-kolah swasta itu.
Penangkapan terhadap Andi Mappanyompa berawal ketika salah seorang siswa di SMA Co-kroaminoto tertangkap tangan menggunakan kunci jawaban oleh pengawas UN. Setelah di-interogasi oleh pengawas dan petugas kepolisian, diketahui bahwa kunci jawaban itu di-peroleh dari kepala sekolah.
Menurut Mappanyompa, kunci jawaban itu diperoleh dari se-orang guru di sekolah lainnya, setelah memberikan tebusan Rp 400.000. Kunci jawaban yang diyakini kebenarannya itu, kemudian didistribusikan kepada muridnya sebelum pe-laksanaan UN pada hari per-tama. Sementara itu, Koor-dinator Tim Independen pe-mantau UN di Manado, Toar Palilingan SH mengatakan, penyelenggaraan UN di Ma-nado secara umum terkesan sangat siap.
‘’Termasuk psykologi siswa peserta UN, karena mereka su-dah try out lebih dulu,’’ katanya seraya mengatakan, sejauh ini pihaknya melihat belum ada tindakan kecurangan, alias masih berjalan fair.(zal/rik)
|
|