|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
25 April 2008
|
|
Bayi Raksasa, Sehari Makan 20 Kali
|
KARAN Singh bukanlah bayi biasa-biasa, tetapi bisa disebut bayi raksasa. Bagaimana ti-dak, dalam usia 10 bulan, tingginya sudah mencapai 1 meter dengan berat 22 kg. Tapi tak perlu heran, karena sang ibu Svetlana Singh juga terma-suk golongan raksasa. Svetla-na yang tercatat sebagai pe-rempan tertinggi di Asia de-ngan tinggi 2,18 meter. Ia se-lalu berharap, anak laki-laki-nya itu menjadi pria tertinggi di dunia dan harapan itu mungkin bakal menjadi kenya-taan.
Svetlana dan suaminya, San-jay, yang sama-sama dokter di Meerut India itu pun mem-beri makan sang anak 20 kali sehari. Ini jelas melebihi taka-ran manusia normal. Mereka sama-sama bangga dengan postur bayi itu.
“Dia sangat lucu dan mulai bisa berjalan. Makanan yang dibutuhkannya harus mem-berikan tambahan energi, karena dia sangat kuat,” kata Svetlana, Rabu (23/04).
“Biarpun umurnya baru 10 bulan, dia memakai baju un-tuk anak umur lima tahun. Baju bayi tidak muat untuk tubuh bongsornya. Saat lahir, panjangnya 65 cm, sama de-ngan anak umur dua tahun,” kata Svetlana.
Sanjay Singh, ayah Karan, berharap dengan modal tu-buh bongsor itu Karan bisa menjadi pemain bola basket. “Kami ingin dia belajar di Amerika dan bisa saja dia berbakat jadi pemain basket. Mudah-mudahan ada pergu-ruan tinggi di AS yang kelak berminat, karena dia bisa menjadi tinggi sekali,” kata Sanjay yang juga memim-pikan Karan bisa menjadi dokter seperti kedua orang-tuanya.
Sanjay sebenarnya juga cu-kup tinggi, sekitar 195 cm. Tapi dia tetap mendongak jika memandang istrinya. “Kami keluarga tinggi. Ayah saya 192,5 cm dan ayah Svetlana tingginya 197,5 cm. Jadi, Ka-ran punya darah bongsor,” je-las Sanjay. “Tapi orang-orang selalu memperlakukan Karan secara normal. Karena dia bo-cah yang periang. Orang yang tidak mengenal kami, pasti melongo. Tapi Karan bisa memenangkan hati mereka dengan senyum dan sifatnya yang menyenangkan,” kata Sanjay.
Pasangan Singh merupakan dokter naturopati atau pe-ngobatan holistic alamiah. Mereka bertemu di tempat kuliah. Keduanya mengaku saling tertarik karena sama-sama tinggi. “Dulu saya tidak yakin bakal menemukan istri yang sepadan dengan tubuh saya. Tapi setelah bertemu Svetlana, saya langsung yakin kami bisa menjadi pasangan serasi,” kenang Sanjay.
Meski begitu, Svetlana me-ngakui ukuran mereka akhir-nya membawa persoalan. Mi-salnya, tiap orang lewat akan berhenti untuk memperhatikan dan mereka pun mustahil un-tuk naik mobil.(kcm)
|
|