|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Kota Manado dan Sekitarnya |
25 April 2008
|
|
Tanda larangan banyak dan tak jelas
Sopir Angkot 01-02 Gelar Demo
|
Banyak dan tak jelasnya tanda larangan yang terpasang di sepanjang jalur Angkot 01 (Malalayang-Pusat Kota) dan trayek 02 (Kampus-Pusat Kota) membuat sopir-sopir angkot di dua jalur tersebut melakukukan aksi demo dengan memarkir kendaraan mereka.
Terpantau harian ini, demo sopir trayek 01-02 ini dimulai sekitar pukul 10.00 WITA di sepanjang jalan Piere Tendean Boulevard. Demo ini melibatkan semua kendaraan yang melayani rute kedua jalur tersebut.
Menurut Welly Walintukan, Ketua Basis 01-02, demo yang
dilakukan merupakan aksi spontanitas para sopir karena merasa dirugikan akibat ba-nyak dan tak jelasnya perang-kat lalu lintas yang terpasang.
“Puluhan tanda lalu lintas yang terpasang di jalur ini merugikan para sopir-sopir. Jangan terjadi diskriminasi, berikan kesempatan kepada sopir-sopir untuk menarik pe-numpang. Contoh tanda lara-ngan dilarang ‘stop’ yang ada di depan ITC, yang seharus-nya di tempat tersebut dipa-sang tanda dilarang ‘parkir’. Akibat banyak dan tak jelas-nya tanda larangan, sopir-sopir sering terkecoh sehingga terkena tilang oleh aparat kepolisian yang bekerja tidak professional di mana hanya asal tilang saja,” terangnya.
Dalam aksi demo tersebut para sopir ini mengharapkan adanya perhatian dari pihak terkait untuk mencari solusi atas maraknya tanda-tanda lalu lintas di jalur Malalayang-Pusat Kota dan Kampus-Pu-sat Kota. “Kalo tidak diperha-tikan, kami akan melakukan aksi demo pada hari Senin nanti,” terang sejumlah sopir.
Sementara itu, Kadis Per-hubungan Drs Hein Dandel ketika dikonfirmasi mengata-kan, tanda-tanda lalu lintas yang banyak terpasang di jalur tersebut semata-mata untuk penataan kendaraan umum. “Itu semua dipasang agar supaya aktivitas kenda-raan lebih tertib. Nantinya akan ada peninjauan terha-dap perangkat-perangkat lalu lintas tersebut,” terang Dandel.(bly)
|
|