|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Tribun Olahraga |
25 April 2008
|
|
Agar
target terealisasi
Cabang Olahraga Butuh Peralatan Memadai
|
KONI Sulut selaku induk organisasi olahraga di daerah ini, sudah membuat prediksi raihan medali emas pada PON XVII di Kaltim, 6-17 Juli mendatang. Setidaknya, 15 medali emas ditargetkan bisa diraih pada ajang empat tahunan tersebut. Hanya saja, untuk meraih target tersebut, dibutuhkan peralatan olahraga yang memadai.
Kabid Binpres KONI Sulut, Prof Dr Henky Rogi saat ber-diskusi dengan pengurusan KONI lainnya kemarin, mem-beberkan potensi dari setiap cabang olahraga di PON men-datang. Ia misalnya menar-getkan cabang anggar dan tinju untuk meraih minimal tiga medali emas, sepatu roda minimal satu emas dan Biliar satu emas. “Agar supaya ca-bang olahraga tersebut dapat merealisasikan target terse-but, tentu harus didukung de-ngan peralatan yang mema-dai,” katanya.
Untuk sepatu roda, ia bah-kan mengatakan bisa meraih tiga medali emas, jika mereka dipersiapkan dengan maksi-mal. “Semangat dari para atlet sepatu roda untuk berlatih sangat tinggi,” ujar Rogi yang juga pengurus Pengprop Per-serosi ini.
Selain masalah peralatan, mental atlet juga menurutnya harus diperhatikan. Walaupun atlet tersebut memiliki teknik yang baik, tetapi kalau mental-nya kurang, ia kemungkinan tidak akan berhasil. Apalagi bagi mereka yang selama ini sudah pernah menjadi juara di berbagai kejuaraan. “Jika mental mereka tidak kuat, bisa saja status mereka sebagai juara akan menjadi beban bagi mereka,” tukasnya.
Peran pelatih juga mendapat perhatian dari Rogi, yang sudah kenyang pengalaman mengurus olahraga di Sulut ini. Menurutnya, kepercayaan atlet terhadap pelatihnya, sa-ngat besar pengaruhnya ter-hadap prestasi mereka. Biar-pun mereka dilatih oleh pela-tih yang hebat, tapi kalau atlet tidak menaruh kepercayaan, belum tentu mereka berhasil. Ia memberikan contoh pelatih anggar, Wellem ‘Os’ Tarega, yang saat itu juga ikut ber-diskusi.
“Selama ini atlet anggar sa-ngat percaya kepada Os, be-gitu juga sebaliknya. Jika se-andainya atlet anggar menda-pat pelatih baru, belum tentu mereka yakin akan kemam-puan pelatih baru tersebut,” tambahnya.(jou)
|
|