|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Tribun Olahraga |
26 April 2008
|
|
Persiapan PON XVII Kaltim
Petinggi KONI Sulut Kurang Peduli
|
Kontingen Sulut yang akan berlaga di PON XVII Kaltim mendatang, hingga saat ini belum terbentuk, padahal pelaksanaan event olahraga terbesar di Indonesia itu tinggal tiga bulan lagi. Menurut Kabid Binpres KONI Sulut, Prof Dr Henky Rogi, hal ini disebabkan karena petinggi-petinggi KONI Sulut kurang memberikan waktunya untuk mengurusi hal ini.
“PON sudah semakin dekat, tapi hingga saat ini rapat KONI yang akan membahas masalah tersebut belum juga dilaksanakan. Akibatnya, pelatda PON juga belum bisa dimulai, karena KONI sendiri belum menentukan cabang olahraga apa saja yang akan ikut,” kata Rogi kepada para wartawan Jumat (25/04).
Dikatakannya, ia tidak dapat berbuat lebih, karena tidak memiliki wewenang untuk menentukan kapan pelaksanaan pelatda. Menurutnya, ia sendiri menginginkan agar pelatda PON segera dilaksanakan, mengingat waktu yang semakin mepet. “Kalau kami memiliki wewenang untuk itu, kami akan segera menggelar pelatda,” tambanya.
Ia mengatakan, untuk meminta waktu petinggi KONI Sulut, baik itu Ketua Umum maupun Ketua Harian sangatlah sulit. Padahal segala keputusan menyangkut pelaksanaan pelatda maupun proposal permohonan dana ke kab/kota harus ditandatangani oleh mereka. “Sekum KONI, Pak Nootje sejak pagi (kemarin, red) berusaha untuk bertemu dengan ketua harian, tapi hingga sore ini belumjuga berhasil,” ujar Rogi yang juga menunggu hasil pertemuan Sekum KONI dengan ketua harian.
Apituley yang belum berhasil menemui ketua harian, walaupun sudah menunggu hingga jam 14.00 lewat sempat mampir di sekretariat KONI sebelum pulang. “Belum bakudapa!” ujarnya.
Sebagai orang yang bertanggung jawab terhadap prestasi atlet-atlet Sulut di PON, Rogi wajar untuk was-was. Program pelatda enam bulan yang telah disusunnya, kini sudah tidak bisa digunakan. Begitu juga dengan pelatda tiga bulan, hampir pasti tidak akan terealisasi. “Saya gregetan, karena program pelatda yang saya buat sejak tahun lalu, tidak dipakai,” tambahnya.(jou)
|
|