HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

28 April 2008

Presiden SBY ajak tingkatkan produksi pertanian
Pemerintah ‘Paksakan’ Harga BBM Tidak Naik


Meski APBN sudah tersengal-sengal, namun pemerintah memaksakan untuk tidak menaikkan harga BBM. Opsi yang diambil adalah mengorbankan APBN dengan me-naikkan subsidi BBM ketimbang menaikkan harganya di dalam negeri. Hal ini dibenarkan Menteri ESDM, Purnomo Yusgiantoro, di sela acara Pencanangan Gerakan Hemat Energi Nasional di TMII, Jakarta, Minggu (27/04).
Hal itu disampaikan Purno-mo menyikapi tingginya harga minyak di pasar internasio-nal. “Kita terus pantau dan cermati, terutama produksi minyak non OPEC karena produksi OPEC juga masih terbatas. Mengenai dampak-nya terhadap ekonomi na-sional, pemerintah cenderung akan menambah anggaran subsidi ketimbang menaikkan harga BBM, karena bisa mem-pengaruhi angka inflasi,” ujar Purnomo memberi alasan.
Harga minyak dunia naik akan menaikkan pendapatan pemerintah dari sektor migas, namun di sisi lain otomatis subsidi juga akan naik.
Beberapa waktu terakhir, harga minyak masih berfluk-tuasi cukup tajam. Posisi ter-tingginya sempat menembus US$ 119 per barel.
Menanggapi hal ini, Pur-nomo menyatakan pemerintah terus mencermati fluktuasi harga minyak dunia, terutama kaitannya dengan kondisi ekonomi nasional yang bisa memicu kenaikan angka inflasi jika pemerintah meng-ambil opsi menaikkan harga BBM dalam negeri.
Untuk itu, ia mengatakan pe-merintah memerlukan kepas-tian angka produksi minyak dalam negeri agar dapat me-nentukan berapa pendapatan yang akan diperoleh, terutama berkaitan dengan berapa jumlah anggaran subsidi yang akan ditambah. “Kita sudah konsolidasikan dengan ber-bagai pihak, termasuk kon-traktor. Kita harapkan angka produksi minyak bisa segera dipastikan dan jangan sampai menurun kapasitas produk-sinya,” ujar Purnomo.
Pada bagian lain, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengajak para petani untuk meningkatkan produksi pertanian. Kenaikan harga pangan di pasar internasional jangan dipandang sebagai suatu musibah tapi sebagai suatu berkah, katanya.
Presiden mengharapkan tahun 2008 ini produksi pa-ngan di Indonesia mengalami surplus. “Kenaikan harga pa-ngan dunia bukan sebuah petaka, tapi justru menjadi berkah,” kata Presiden SBY di hadapan ribuan anggota GP Ansor, saat memperingati hari lahir GP Ansor ke-74 di GOR Sasana Krida Anoraga, Raci, Bangil, Pasuruan, Minggu (27/04) dilansir detik.com.
Dengan posisi Indonesia seba-gai negara agraris, sangat diun-tungkan dengan kenaikan har-ga pangan dunia itu. Namun, rakyat Indonesia harus sadar mengelola lahan pertanian secara optimal. “Lahan yang tumpang tindih dibereskan, yang terlantar dikelola. Saya yakin, bila ke depan produksi beras, kedelai, jagung, gula, daging dan telor meningkat, kita akan mampu keluar dari krisis,” jelas SBY. Untuk itu, SBY meng-ajak menteri terkait, gubernur dan bupati untuk melakukan gerakan peningkatan produksi pertanian ini.
SBY menambahkan, bagi negara miskin, lahan perta-nian kenaikan harga bahan pangan ini akan menjadi ma-salah. Tapi, di Indonesia la-han pertaniannya sangat subur dan bisa memproduksi bahan pangan secara maksi-mal. Presiden berharap tahun ini produksi beras mengalami surplus seperti dua tahun sebelumnya. Di Jawa Timur saja, produksi beras telah mengalami surplus 3 juta ton. “Tiga tahun lalu, banyak yang pesimis Indonesia mampu swasembada beras. Buktinya, justru mengalami surplus,” tutur SBY.(dtc/*)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin