HANYA SATU UNTUK SEMUA

 

 
NEWS CATEGORIES

 

Alamat: Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
Telp: (0431) 879799 Fax: (0431) 879795 (Redaksi), (0431) 879790 (Marketing)

Head Lines News

28 April 2008

Waktu meletus dulu, dunia gelap selama dua hari 
Gunung yang Tewaskan 36 Ribu Orang Itu Siap Meletus


SELAT Sunda dalam status merah. Pasalnya, hingga satu pekan diberlakukannya sta-tus siaga pada Gunung Anak Krakatau, aktivitas vulkano-logi gunung tersebut masih tinggi. Bahkan tingginya aktivitas vulkanologi gunung yang berada di Selat Sunda ini, memungkinkan dapat me-micu terjadinya letusan dah-syat seperti dulu.
Namun, sejauh ini petugas pantau belum dapat memasti-kan kapan waktunya Gunung Anak Krakatau akan meletus dahsyat. Petugas hanya me-minta kepada seluruh masya-rakat yang bermukim dalam radius dampak letusan Kra-katau agar selalu waspada. Menurut Anton S Tripambudi, Petugas di pos pantau Gu-nung Anak Krakatau menca-tat, setidaknya dalam setiap 12 jam aktivitas Gunung Anak Krakatau kerap mening-kat. “Dentuman letusan dari Gunung Anak Krakatau telah dapat terdengar dari jarak 60 kilometer,” ujar Anton, Ming-gu (27/04) kemarin.
Krakatau sendiri adalah gu-nung berapi yang masih aktif dan berada di Selat Sunda antara Pulau Jawa dan Suma-tera. Gunung berapi ini pernah meletus pada tanggal 26 Agustus 1883 silam. Letusan-nya sangat dahsyat dan tsu-nami yang diakibatkannya me-newaskan sekitar 36.000 jiwa.
Saat itu, suara letusan Gu-nung Krakatau sampai ter-dengar di Alice Springs, Aus-tralia dan Pulau Rodrigues dekat Afrika, 4.653 kilometer. Daya ledaknya diperkirakan mencapai 30.000 kali dari bom atom yang meledak di Hiroshima dan Nagasaki di akhir Perang Dunia II.
Letusan Krakatau menye-babkan perubahan iklim global. Dunia sempat gelap selama dua setengah hari akibat debu vulkanis yang menutupi atmosfer. Mata-hari bersinar redup sampai setahun berikutnya. Ham-buran debu tampak di langit Norwegia hingga New York. Tercatat, letusan Gunung Kra-katau adalah bencana besar pertama di dunia setelah pe-nemuan telegraf bawah laut.
Usai letusan, Krakatau sempat mengecil karena ba-nyaknya material yang ter-lempar. Oleh sebab itu, kini dia disebut anak Krakatau. Namun dia kemudian tum-buh dengan pesat, dan kini siap kembali menebar an-caman.(zal/gog)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin