|
|
|
|
![]() |
![]() |
| Berita
Bolmong,
Kotamobagu, Bolmut |
28 April 2008
|
|
Dua bulan bekerja tanpa dana
Timsel Anggota KPU KK Mogok Kerja
|
Tim Seleksi (Timsel) anggota KPU Kotamobagu periode 2008-2013 mulai mogok kerja per Senin (28/04) hari ini, sebagaimana diputuskan dalam rapat pleno Sabtu akhir pekan lalu. Gara-garanya, anggaran yang katanya dari APBN tak kunjung cair begitupun bantuan dari pemkot. Praktis, selama bekerja hampir dua bulan terhitung turun-nya SK dari KPU Propinsi, mereka terpaksa merogoh kocek sendiri untuk pembiayaan.
Diprediksi kuat, aksi mogok ini akan mengubah semua tahap-an seleksi hingga berdampak pada molornya salah satu agen-da penting negara. Karena se-suai aturan, KPU KK sudah ha-rus dilantik pada Juni 2008 ini.
“Memang konsekuensinya agenda negara akan terbeng-kalai. Kami sadar bahwa tugas ini adalah pengabdian kepada negara dan kami telah mem-buktikan dengan bekerja se-lama hampir dua bulan dengan biaya sendiri. Tapi kalau begini terus-menerus, tentu kami ti-dak mampu,” keluh Sekretaris Timsel, Nasir Katong SH MH.
“Karena itu, kami berlima menggelar pleno pada hari Sabtu, dan dengan sangat me-nyesal terpaksa memutuskan untuk menghentikan semua tahapan seleksi sampai ang-garannya diadakan oleh pe-merintah. Terus terang, kami tidak mampu lagi membiayai setiap kegiatan dengan uang sendiri,” tegasnya.
Diakui, pihaknya sudah be-berapa kali menyampaikan ke-luhan kepada Sekretaris KPU KK selaku Kuasa Pengguna Ang-garan (KPA) agar dapat memper-juangkan percepatan penca-rian dana untuk timsel, demi kelancaran tahapan seleksi. Jika memang masih ada ken-dala di pusat, disarankan ke-pada Sekretaris KPU untuk mencari terobosan lain seperti mengajukan pinjaman semen-tara kepada Pemkot KK. “Tapi sampai sekarang tidak ada ha-sil,” imbuh Katong.
Pada bagian lain, Sekretaris KPU Dolly Zulhadji saat di-konfirmasi pekan lalu malah mengatakan bahwa Pemkot KK sebenarnya telah mem-berikan bantuan kepada timsel, sebesar Rp 50 juta. Dana itu untuk menunjang kegiatan timsel sambil me-nunggu pencarian APBN.
Sayangnya, ketika ditanya-kan soal hal ini, Katong mem-bantah keras bahwa mereka ti-dak menerima satu rupiah pun dari dana tersebut. Memang dia mengakui bahwa ada Rp 50 juta yang diperbantukan Pemkot ke-pada timsel, namun belakangan dipakai untuk kepentingan sekretariat KPU. “Ternyata uang itu untuk pengadaan keleng-kapan kantor Sekretariat KPU, bukan untuk tim seleksi. Tapi karena KPU belum terbentuk, sehingga kelengkapan kantor seperti meja, kursi, telepon, le-mari sampai komputer, untuk sementara dipakai oleh tim seleksi,” elaknya.(tus)
|
|