|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
29 April 2008
|
|
Depot BBM distop, Sulut lumpuh
Esok Eksekusi, Pertamina Belum Ada Tanda Mau Bayar
|
Esok (30 April) adalah jadwal tahapan eksekusi kedua ter-hadap lahan Depot Pertamina di Bitung. Sejauh ini, pihak Pertamina belum ada tanda-tanda akan melakukan pem-bayaran terhadap penggugat. Ini berarti proses eksekusi akan terlaksana. Di satu sisi, keberadaan depot sangat strategis sebagai distributor BBM (Bahan Bakar Minyak) di Sulawesi Utara.
“Pertamina belum ada anti-sipasi bila terjadi eksekusi nanti, dan pasti hukum berlaku bah-wa Pertamina harus heng-kang dari Depot Bitung,” tukas Praktisi Hukum Efraim Leng-kong SH, Senin (28/04) kemarin.
Sementara Kepala Pema-saran PT Pertamina (Persero) Manado, Asep Wicaksono ke-pada Komentar mengakui, pihaknya hanya berserah pada pemerintah. “Pertamina tetap menghormati hukum, tergantung pemerintah dae-rah,” tukasnya. Menurut Asep, kalau pemerintah dapat mengajukan permohonan ke Pengadilan Negeri (PN) Bitung agar pihaknya tetap menya-lurkan BBM melalui depot di Bitung, maka mereka akan terus menyalurkannya, na-mun kalau tidak maka oto-matis penyaluran BBM akan terhenti,” tukas Asep.
Selama ini belum terlihat solusi pemerintah daerah, untuk mengantisipasi ekse-kusi Depot Pertamina di Bitung. Meski pun upaya lain telah dilakukan pemerintah propinsi untuk menyelamat-kan depot tersebut. “Guber-nur Sulut akan bicara dengan Ketua PN Bitung soal kondisi terburuk pascaeksekusi nanti, dan kami menyerahkan persoalan tersebut ke Perta-mina pusat di Makassar,” jelas Asep.
Sementara itu sejumlah warga di Manado mengkha-watirkan, dengan terhambat-nya BBM akan melumpuhkan Sulut. ‘’Buktinya waktu ben-cana alam lalu, di mana jalur jalan Manado-Bitung putus, Sulut seakan lumpuh. SPBU-SPBU kosong dan sarana transportasi macet. Ini sangat berbahaya,’’ ungkap Rainaldo M, warga Manado.(wel/*)
|
|